Alamak! The Fed Buat Syok, Suku Bunga AS Segera Naik 2 Kali

Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve System (Fed) secara signifikan meningkatkan ekspektasi inflasi tahun 2021. Bahkan The Fed mengajukan kerangka waktu, kapan akan menaikkan suku bunga pada Rabu (16/6/2021).

Dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), The Fed mengubah sikapnya dengan mempercepat rencana penaikan suku bunga acuan. Setelah sebelumnya menyatakan tidak berencana melakukan itu sebelum 2023 terlewati, kini Jerome Paul mengindikasikan adanya kenaikan di 2023 hingga dua kali.

Powell dalam pernyataannya mengakui bahwa inflasi bisa melesat lebih cepat dari ekspektasi bank sentral sebelumnya. Target inflasi pun dinaikkan menjadi 3,4% pada 2021, naik 100 persen poin dari proyeksi Maret meski masih menilai tekanan inflasi tersebut bersifat “sesaat”.

“Seiring dengan pembukaan kembali ekonomi, perubahan permintaan bisa besar dan cepat dan memicu penyumbatan, kesulitan pembukaan lapangan kerja dan kendala lain bisa terus membatasi kecepatan suplai dalam menyesuaikan, memicu kemungkinan inflasi bisa lebih tinggi dan lebih menetap dari yang kami perkirakan,” ujarnya.

Pasar bereaksi terhadap berita Fed dengan jatuhnya saham dan imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi karena investor mengantisipasi kebijakan Fed ke depan, termasuk kemungkinan bahwa pembelian obligasi akan melambat secepat tahun ini.

Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones Industrial Average pun merosot 265,7 poin (+0,8%) menjadi 34.033,67 setelah sempat drop hingga 382 poin ketika Powell berpidato.

Indeks S&P 500 melemah 0,5% ke 4.223,7 menyusul koreksi saham consumer. Sementara Nasdaq surut 0,2% menjadi 14.039,68 setelah sempat drop 1,2%.

“Ini bukan yang diharapkan pasar,” kata James McCann, wakil kepala ekonom di Aberdeen Standard Investments.

“The Fed sekarang mengisyaratkan bahwa suku bunga perlu naik lebih cepat dan lebih cepat, dengan perkiraan mereka menyarankan dua kenaikan pada tahun 2023. Perubahan sikap ini sedikit mengejutkan dengan klaim The Fed baru-baru ini bahwa lonjakan inflasi baru-baru ini bersifat sementara.”

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Antaranews.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *