Keluarga Kerajaan Tuntut Penghentian Penayangan Joseon Exorcist

Asosiasi Keluarga Kerajaan Lee Jeonju telah mengeluarkan pernyataan yang meminta SBS untuk membatalkan serial drama kontroversial, Joseon Exorcist. Asosiasi yang terdiri dari leluhur klan Lee Joseon yang memerintah Korea selama lebih dari 500 tahun, meminta agar drama Joseon Exorcist berhenti ditayangkan. “Kami meminta pembatalan segera atas drama Joseon Exorcist yang mendistorsi sejarah dan budaya masyarakat Korea dan menunjukkan favoritisme terhadap Sejarah Timur Laut China,” kata mereka

Mereka juga menyoroti penggunaan nama figur sejarah seperti Raja Taejong, Pangeran Yangyeong, Pangeran Choongneyong (kemudian menjadi Raja Sejong). Dimana mereka telah dimasukkan ke dalam narasi distorsi yang salah sehingga nantinya akan memberikan pandangan negatif terhadap keluarga kerajaan Joseon. “Dan dengan kesepakatan, kami telah memutuskan untuk menuntut solusi untuk masalah ini secepatnya dari stasiun penyiaran. dan staf produksi terkait,” kata perwakilan mereka.

Pernyataan Asosiasi di atas juga mencakup tautan ke petisi Gedung Biru, yang sebelumnya dibuat oleh penonton untuk memprotes distorsi sejarah dan budaya yang terlihat pada Joseon Exorcist. Sejak penayangan perdana awal pekan ini, Joseon Exorcist menghadapi kritik keras setelah penonton menyadari drama tersebut menyertakan alat peraga seperti seni dan dekorasi Tiongkok.

Serta adegan pesta di mana Pangeran Choongnyeong terlihat menjamu tamu asingnya dengan pangsit Tiongkok dan berbagai hidangan Tiongkok lainnya. Sejak itu, SBS telah mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, juga mengumumkan bahwa drama tersebut akan berhenti tayang minggu depan untuk menjalani revisi. Tapi kemudian beredar pernyataan SBS menghentikan penayangan drama tersebut setelah mendapat kritikan dari berbagai pihak.

 

Sumber : kompas.com
Gambar : Kompas.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *