Gedung Putih Tegaskan Pilpres AS Tetap Digelar Awal November

Gedung Putih dan tim kampanye presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha meredam anggapan pihaknya berusaha menunda pemilihan umum 2020 akibat adanya virus korona (covid-19), dengan mengatakan bahwa pilpres akan tetap digelar di awal November.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa Trump memang sempat mewacanakan penundaan pilpres, namun itu semata karena dirinya khawatir terkait penyebaran covid-19.

“Kami akan menggelar pilpres pada 3 November, dan presiden akan menang,” kata Meadows dalam program Face the Nation di saluran televisi CBS.

Penasihat kampanye Trump, Jason Miller, juga menyuarakan hal senada dalam program Fox News Sunday. “Pilpres akan berlangsung pada 3 November. Presiden Trump ingin pilpres digelar pada 3 November,” ungkapnya, dikutip dari laman CGTN, Senin 3 Agustus 2020.

Kamis kemarin, Trump mewacanakan penundaan pilpres AS. Ide tersebut langsung ditolak mentah-mentah jajaran anggota Kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik.

Selain mewacanakan penundaan, Trump juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya mengenai sistem pemilihan yang dilakukan dengan mengirim surat suara melalui pos. Trump berulang kali mengklaim sistem semacam itu dapat berujung pada penipuan berskala luas.

Sementara itu di kubu Demokrat, Joe Biden — satu-satunya kandidat calon presiden dari partai tersebut — menunda pengumuman calon wakil presidennya hingga pekan depan. Awalnya, Biden akan mengumumkan calon pendampingnya awal Agustus ini.

Kamala Harris disebut-sebut sebagai salah satu kandidat utama, karena senator perempuan itu sempat beberapa kali terlihat bersama Biden.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Okezone

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *