Rupiah Menguat ke Rp14.925 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.925 per dolar AS pada Jumat (16/6) pagi. Mata uang Garuda menguat 29 poin atau 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang menguat 0,26 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,30 persen, won Korea Selatan menguat 0,72 persen, dan yuan China melemah 0,13 persen.

Dolar Singapura melemah 0,04 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, dan franc Swiss melemah 0,02 persen.

Lalu, dolar Australia melemah 0,12 persen, dan dolar Kanada melemah 0,08 persen.

Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bakal dibuka fluktuatif pada perdagangan pagi ini. Namun, kemungkinan besar bergerak melemah pada penutupan.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.940- Rp15.000,” dalam riset hariannya.

Sementara, Analis Pasar Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah setelah pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan akan ada kenaikan suku bunga lanjutan sampai akhir tahun, meski saat ini ditahan.

“Sikap hawkish ini menguatkan dolar AS dan menaikkan imbal hasil obligasi AS,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Jawapos.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *