IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,6 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022 dari 4,4 persen pada Januari lalu menjadi 3,6 persen lantaran perang Rusia-Ukraina.

Lembaga keuangan internasional ini juga menurunkan proyeksi laju ekonomi global 2023 dari 3,8 persen menjadi 3,6 persen.

“Ini mencerminkan dampak langsung dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia, dengan kedua negara diproyeksikan mengalami kontraksi tajam.,” terang IMF seperti dikutip dari blog resmi, Rabu (20/4).

Tercatat, IMF memperkirakan ekonomi Ukraina tahun ini anjlok 35 persen dan Rusia turun 8,5 persen.

Ekonomi global sendiri belum sepenuhnya pulih dari pandemi covid-19 yang mengerek inflasi sejumlah harga pangan dan komoditas energi.

“Inflasi telah menjadi bahaya yang jelas dan nyata bagi banyak negara. Bahkan sebelum perang, itu melonjak di belakang melonjaknya harga komoditas dan ketidakseimbangan penawaran-permintaan,” ujar IMF.

Tahun ini, penguncian wilayah (lockdown) yang diterapkan China juga berpotensi menyebabkan gangguan baru pada rantai pasok global.

“Perang menambah serangkaian guncangan pasokan yang melanda ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir. Seperti gelombang seismik, pengaruhnya akan menyebar jauh dan luas-melalui pasar komoditas, perdagangan, dan hubungan keuangan,” ujarnya.

IMF mengingatkan Rusia merupakan pemasok utama minyak, gas, dan logam, dan, bersama dengan Ukraina, gandum dan jagung. Berkurangnya pasokan komoditas ini telah mendorong harganya naik tajam.

“Importir komoditas di Eropa, Kaukasus dan Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika Utara, dan Afrika sub-Sahara paling terpengaruh. Namun lonjakan harga pangan dan bahan bakar akan merugikan rumah tangga berpenghasilan rendah secara global, termasuk di Amerika dan seluruh Asia,” jelas IMF.

Di negara maju, IMF memangkas proyeksi laju ekonomi AS 0,3 persen menjadi 3,7 persen dan kawasan Uni Eropa turun 1,1 persen menjadi 2,8 persen.

Kemudian, proyeksi laju ekonomi negara berkembang di Asia juga dipangkas di antaranya, ekonomi China turun 0,4 persen menjadi 4,4 persen, India 0,8 persen menjadi 8,2 persen, dan Indonesia 0,2 persen menjadi 5,4 persen.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Detikcom

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *