Wimbledon 2022, Saat Petenis Jerman Jule Niemeier Minta Maaf Kalahkan Watson di 100 Tahun Centre Court

Banyak kejadian atau cerita menarik dari hari ke-10 penyelenggaraan turnamen Grand Slam Wimbledon 2022, Minggu (3/7/2022). Salah satu kejadian yang paling menyita perhatian pada Wimbledon 2022 adalah kekalahan tunggal putri jagoan tuan rumah, Heather Watson, dari Jule Niemeier.

Heather Watson, petenis berusia 30 tahun, itu tersingkir pada babak 16 besar Wimbledon 2022 seusai takluk dari bintang muda Jerman, Jule Niemeier. Watson di luar dugaan kalah cukup telak 2-6 dan 4-6 dari Niemeier yang merupakan debutan. Hasil itu tentu menyakitkan tidak hanya bagi Watson.

Sebab, ini adalah kali pertama Watson menembus putaran keempat turnamen Grand Slam sepanjang 13 tahun kariernya atau setelah 42 percobaan. Tidak hanya itu, Watson juga kalah di pangung utama Wimbledon, yakni Centre Court All England Lawn Tennis & Croquet Club.

Kekalahan Watson terasa lebih menyakitkan karena terjadi setelah seremoni perayaan 100 tahun Centre Court. Seusai laga, Watson tidak malu mengakui bahwa Niemeier bermain lebih baik dan pantas mendapatkan kemenangan.

Watson secara khusus memuji servis kencang Niemeir yang membuatnya kesulitan.

“Permainan Niemeir sangat baik, terutama di set pertama. Itu permainan tenis yang sangat sempurna,” kata Watson dikutip dari The Guardian.

“Saya mencoba memikirkan kesalahan yang dia buat. Saya hanya menemukan dua kesalahan Niemier. Servis Niemier menjadi pembeda hari ini,” tutur Watson menambahkan.

Di sisi lain, Niemeier mengaku tidak percaya dengan keberhasilannya mengalahkan Watson yang merupakan jagoan tuan rumah.

Seusai laga, petenis berusia 22 tahun itu menunjukkan sikap kerendahan hati dengan meminta maaf kepada para pendukung Watson.

“Saya ingin meminta maaf karena telah menyingkirkan petenis Inggris hari ini. Atmosfer di sini sangat luar biasa,” kata Neimeier dikutip dari Reuters.

“Saya sempat gugup sebelum pertandingan. Namun, setelah menginjak lapangan, saya segera menemukan kepercayaan diri lagi,” ucap tunggal putri peringkat 97 dunia itu.

Adapun kekalahan Watson membuat Cameron Norrie menjadi satu-satunya petenis Britania Raya yang masih bertahan di Wimbledon untuk nomor tunggal.

Cameron Norrie berhasil lolos ke perempat final tunggal putra Wimbledon 2022 setelah melibas wakil Amerika Serikat, Tommy Paul.

“Sayangnya saya sekarang satu-satunya petenis Britania Raya yang masih bertahan. Namun, hal itu sudah lebih dari cukup membuat semua orang mendukung saya sekarang,” ujar Norrie. Tepat sebelum Cameron Norrie dan Watson bertanding, Wimbledon terlebih dahulu mengadakan seremoni perayaan 100 tahun Centre Court.

Seremoni tersebut menampilkan banyak legenda mantan juara Wimbledon mulai dari Bjorn Borg, Billie Jean King, Roger Federer, Rafael Nadal, hingga petenis favorit tuan rumah, Andy Murray.

Adapun juara bertahan tunggal putra Wimbledon 2022, Novak Djokovic, juga tampak hadir di seremoni 100 tahun Centre Court kali ini.

Roger Federer yang terpaksa absen pada Wimbledon 2022 karena cedera lutut mengaku sangat bangga bisa ikut dalam perayaan 100 tahun Centre Court.

Sebab, Roger Federer menilai Centre Court Wimbledon adalah tempat yang bersejarah bagi kariernya.

“Saya sangat senang bisa hadir di sini berjajar dengan para juara,” kata Federer dikutip dari BBC Sports.

“Saya sangat beruntung karena banyak mendapatkan kesempatan bermain di lapangan ini,” ujar Federer yang sudah mengoleksi delapan gelar Wimbledon.

“Lapangan ini menjadi saksi kemenangan dan kekalahan terbesar karier saya. Saya berharap bisa segera kembali bermain di sini sekali lagi,” tutur petenis berusia 40 tahun itu menambahkan.

Cerita menarik lainnya dari hari ke-10 Wimbledon 2022 adalah lanjutan dari perseteruan Nick Kyrgios dan Stefanos Tsitsipas.

Sebelumnya, Nick Kyrgios dan Tsitsipas terlibat duel sengit penuh emosi pada putaran ketiga Wimbledon 2022, Sabtu (2/7/2022) waktu setempat.

Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Kyrgios dengan skor akhir 6-7(2-7), 6-4, 6-3, dan 7-6(9-7).

Setelah terlibat banyak intrik di lapangan, Kyrgios dan Tsitisipas saling menghina pada konferensi pers pasca laga. Panitia pada akhirnya memutuskan memberi hukuman denda untuk kedua petenis tersebut.

Kyrgios harus membayar denda 4.000 dollar AS atau sekitar Rp 59,9 juta karena dianggap mengumpat dengan perkataan cabul. Di sisi lain, Tsitsipas juga menerima hukuman denda sebesar 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 149,7 juta karena sempat memukul bola ke area penonton ketika bertanding.

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : Liga Olahraga

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *