Kemenkes Catat Kasus Son of Omicron di RI Naik Jadi 668

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebaran kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 Omicron BA.2 yang disebut sebagai ‘Son of Omicron’ meningkat menjadi 668 kasus per hari ini, Kamis (17/3).

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, Indonesia saat ini sudah mendeteksi tiga sub-varian Omicron, yakni BA.1, BA.1.1, dan BA.2. Mayoritas kasus merupakan sub-varian BA.1 dengan 5.625 kasus.

“Di data nasional kita secara umum itu BA.2 sudah 668 kasus. Jadi kalau terkait Omicron, ada tiga Omicron yang sudah kita deteksi,” kata Nadia dalam acara daring, Kamis (17/3).

Nadia menyebut, laju penularan BA.2 lebih tinggi dari BA.1. Sementara saat BA.1 melanda Indonesia beberapa bulan terakhir ini, Indonesia bahkan mencatat rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 64.718 kasus pada 16 Februari lalu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 itu juga optimis program akselerasi vaksinasi Covid-19 baik dosis primer hingga booster mampu menekan penularan varian Omicron BA.2 yang disebut-sebut memiliki kemampuan lebih cepat menular 30 persen dibandingkan Omicron lainnya.

“Karena memang Omicron dari awal-awal jadi suatu kewaspadaan, karena dia lebih cepat menular, spektrum gejala sangat luas dari yang tidak bergejala sampai kematian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadia menyebut varian BA.2 ini telah terdeteksi di 19 provinsi Indonesia. Sementara Omicron secara keseluruhan telah menyebar di 32 provinsi Indonesia.

Adapun 19 provinsi yang dimaksud, di antaranya yakni Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Kemudian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimat Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *