Simak! Ini Penyebab Anjloknya Laba UNVR

Ibarat gelas yang sudah terisi penuh, pangsa pasar PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di dalam negeri sudah sangat besar. Saking besarnya, pendapatan bisa tumbuh antara 1%-2% saja sudah terbilang oke.

Namun, hal itu tidak terjadi. Alih-alih minimal mampu mempertahankan kinerja keuangan, UNVR justru mencatat penurunan penjualan.

Sepanjang periode 2021, UNVR membukukan pendapatan Rp 39,5 triliun. Angka ini turun 7,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 42,97 triliun.

“Meski pertumbuhan penjualan domestik melambat sebesar 8,0% pada tahun 2021, Perseroan tetap berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 39,5 triliun,” ujar Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Kamis (10/2/2022).

Kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 1,4% di tahun 2021.

Adapun pada 2021, harga pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 19,9 triliun dari Rp 20,5 triliun pada 2020. Hasilnya, laba kotor menjadi Rp 19,6 triliun, turun 12,6% dari Rp 22,46 triliun.

Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 8,76 triliun, turun 17% dari Rp 10,55 triliun pada 2020. Alhasil, laba bersih UNVR anjlok 19,6% secara tahunan menjadi Rp 5,76 triliun dari sebelumnya Rp 7,16 triliun.

Gelombang kasus Covid-19 pasca libur tahun baru dan Idul Fitri, serta munculnya varian Delta mengakibatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia di beberapa bulan di tahun 2021, telah mempengaruhi daya beli konsumen terutama pada segmen pasar di mana Unilever Indonesia beroperasi.

Selain itu, berbagai harga komoditas yang menjadi bahan baku, beberapa di antaranya crude-oil, palm-oil juga mengalami lonjakan harga yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2020.

“Lonjakan harga bahan baku, penurunan daya beli konsumen akan produk kami, dan waktu transisi untuk kembali ke daya beli sebelum pandemi hanyalah sebagian dari berbagai tantangan yang muncul di tahun 2021. Oleh karena itu kami melihat bahwa capaian Perseroan di tengah berbagai tantangan hebat ini sebagai sesuatu yang membawa optimisme di tahun-tahun mendatang. Perseroan terus menggenjot berbagai produk yang memiliki peluang besar, misalnya dari kategori Foods and Refreshment yang berhasil menopang pertumbuhan Perseroan di tahun ini,” ujar Ira.

Ira menegaskan bahwa “Dua tahun melewati pandemi bagi Perseroan merupakan masa reset dan menyiapkan landasan yang kuat untuk pertumbuhan dan kemenangan jangka panjang.”

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *