Debat Final Pilpres AS, Pertarungan Terakhir Trump-Biden

Pemilihan presiden Amerika Serikat akan segera mencapai puncaknya. Dua calon presiden, Donald Trump dan Joe Biden akan menjalani debat terakhir pada Kamis (22/10) malam waktu lokal atau Jumat pagi waktu Indonesia.

Debat terakhir ini akan mengusung enam tema yakni “Memerangi Covid-19”, “Keluarga Amerika”, “Ras di Amerika”, “Perubahan Iklim”, “Keamanan Nasional”, dan “Kepemimpinan”.

Debat akan berlangsung di Tennesse, salah satu negara bagian dengan penduduk terpadat di Negeri Paman Sam.

Setiap segmen debat akan berdurasi sekitar 15 menit, kandidat memiliki waktu dua menit untuk menjawab moderator, Kristen Welker dari NBC. Moderator membuka setiap segmen dengan sebuah pertanyaan.

Welker kemudian akan menggunakan sisa waktu di segmen untuk memfasilitasi diskusi lebih lanjut tentang topik tersebut.

Dalam sebuah pengumuman pekan lalu Komisi tidak menjelaskan perubahan aturan lebih lanjut untuk kontes terakhir, mengingat batalnya debat kedua yang seharusnya berlangsung 15 Oktober lalu.

Namun dua hari lalu Komisi Debat memutuskan akan mematikan mikrofon dua kandidat, Joe Biden dan Donald Trump, ketika masing-masing memaparkan pemikirannya tentang tema yang ditanyakan.

Keputusan itu diambil setelah pihak Komisi bertemu pada Senin (19/10) sore waktu setempat untuk membahas potensi perubahan aturan pada format debat.

Mereka memutuskan bahwa diperlukan perubahan jika berkaca pada debat pertama yang berubah menjadi kekacauan, di mana Trump sering memotong saat Biden memberikan pernyataan.

Sebuah sumber yang dekat dengan Komisi tersebut mengatakan kepada CNN bahwa keputusan untuk mematikan mikrofon telah disepakati oleh para anggota.

Perubahan itu menuai teguran dari Direktur Komunikasi Kampanye Trump, Tim Murtaugh, yang menuduh tanpa bukti bahwa keputusan tersebut adalah upaya untuk memberikan keuntungan kepada kandidat favorit mereka.

Debat Calon Presiden Amerika Serikat seharusnya berlangsung sebanyak tiga kali, namun debat kedua telah dibatalkan.

Hal itu dikarenakan ketidakjelasan kondisi Trump usai terinfeksi corona. Komisi memutuskan format debat virtual.

Namun Trump tidak setuju dengan format itu dengan mengatakan tidak mau membuang waktu jika debat diadakan secara virtual. Di sisi lain, Biden menerima keputusan format baru debat kedua tersebut.

Debat ini merupakan pertarungan terakhir bagi Trump dan Biden untuk meraih suara masyarakat Amerika Serikat.

Perjuangan cukup berat akan dialami Trump, beberapa jejak pendapat telah mengumumkan ia kalah dari Biden.

Trump masih menggunakan cara lamanya untuk kembali mengamankan kursi kepresidenan. Dia keras dan kerap menyerang Biden. Ia juga menggunakan narasi China akan senang jika Biden menang.

Di sisi lain Biden menyerang Trump lewat berbagai hal, mulai dari caranya menangani pandemi corona, hingga soal aliran pajak.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Gatra.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *