Minim Sentimen, IHSG Diramal Lesu pada Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin, (19/10). Itu disebabkan oleh sentimen penopang yang minim.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut selain itu pelemahan juga dipicu peningkatan kasus positif covid-19 di dalam negeri.

“Pergerakan akan dibayangi minimnya sentimen perekonomian pada awal pekan serta kembali melonjaknya kasus covid-19 baik dari dalam negeri dan Eropa,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Senin (19/10).

Karena sentimen itu, ia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.047-5.075 dan resistance 5.123-5.143.

Director Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat level support indeks masih cukup kuat. Kondisi itu akan membuat IHSG betah berada di rentang konsolidasi support 4.889 dan resistance 5.188.

Di tengah sentimen itu, ia mengatakan ada beberapa saham yang layak jadi pilihan, yaitu GGRM, ALLI, BBNI, UNVR, ASII, KAEF, SMCB, dan ACES.

“Selain itu masih terjadinya capital outflow secara, fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi,” tutupnya.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street ditutup fluktuatif pada penutupan pekan lalu, (16/10). Indeks Dow Jones naik 0,39 persen ke level 28.606, S&P 500 hijau tipis 0,01 persen ke level 3.483, dan Nasdaq Composite melemah 0,36 persen menjadi 11.671.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *