Beto Pahami Kesulitan Klub soal Revisi Nilai Kontrak Pemain & Ofisial

Penyerang Madura United Alberto Goncalves tak mempermasalahkan pemotongan gaji pemain dan ofisial oleh klub. Pandemi virus corona alasannya.

PSSI mengizinkan klub merevisi besaran gaji menjadi 25 persen saja. Keputusan PSSI itu tertuang dalam poin kedua penetapan status force majeure Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020. Besaran gaji 25 persen itu berlaku selama Bulan Maret hingga Juni.

“Belum tahu soal masalah gaji itu. Tetapi memang kalau kabar itu benar kami tidak boleh kecewa,” kata pemain yang akrab disapa Beto itu kepada wartawan.

“Keputusan ini sudah benar. Kalau kami tidak kerja memang tim akan rugi. Mereka bayar full tapi kami tidak kerja,” ujarnya menambahkan.

Pemain naturalisasi Indonesia asal Brasil itu memahami dengan situasi sulit yang terjadi saat ini. Baginya, tetap menerima gaji sudah lebih baik ketimbang tidak sama sekali.

Ia yakin klub juga dalam kondisi sulit karena tak mendapat pemasukan dari menggelar pertandingan. Apalagi kompetisi vakum untuk beberapa bulan ke depan.

“Saya rasa sponsor juga mungkin akan mengurungi sedikit apa yang mereka berikan ke tim. Semua tahu saat ini tidak ada pertandingan,” tuturnya.

“Tidak ada suporter berarti tidak ada pemasukan, jadi kita harus terima apa yang ada saat ini. Saya harap setelah ini semua selesai dan semua bisa berjalan kembali seperti biasa, kami bisa kembali dapat apa seharusnya kami dapat,” ucapnya.

 

 

 

Sumber : detik.com
Gambar : detik.com

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *