Kilau Harga Emas Dunia Meredup

Harga emas dunia terkoreksi setelah menyentuh batas resistance di USD1.900 per ounce. Harga emas dunia turun lagi ditengah aksi investor menunggu dari kelanjutan konflik hamas dan israel.

Sebagaimana dikutip dari Investing.com, Senin, 16 Oktober 2023, harga emas dunia acuan XAU/USD melemah tipis dengan berada pada level USD1.922, 46 per ounce atau melemah sebanyak 10,06 persen. Emas dunia naik sebesar 17,73 persen.

Harga emas dunia bisa naik seiring dengan konflik yang terjadi dengan masuknya peran Iran dalam keterlibatan perang Hamas dan Israel. Perang ini yang kemudian bisa memberikan tekanan lebih lanjut ke ekonomi global sehingga harga emas dunia naik.

“Hal utama yang harus diperhatikan adalah apakah Iran terlibat secara aktif dalam konflik tersebut dan alasannya adalah karena kedekatan Iran dengan jalur air yang sangat penting yang disebut Selat Hormuz,” tutur Direktur Layanan Minyak Global Rapidan Energy Group Clay Siegle dikutip dari Oilprice.com.

Selat Hormuz, di perairan Iran, merupakan salah satu titik penjemputan minyak terbesar di dunia. Jumlah minyak yang melewati selat ini setiap hari adalah sekitar 17 juta barel minyak, setara dengan sekitar 17 persen dari perkiraan permintaan minyak global untuk tahun ini. Jumlah ini juga setara dengan hampir 90 persen minyak Timur Tengah yang keluar dari wilayah tersebut melalui Teluk Persia.

Mitra Hedge Fund Energi New York Again Capital, John Kilduff, yang telah menghabiskan dua dekade menganalisis dampak perselisihan geopolitik Timur Tengah mengibaratkan krisis ini sebagai reset trader emas dan minyak.

“Dan tanpa panasnya harga minyak yang tinggi, emas mungkin akan mengalami kesulitan untuk mencapai level tertinggi baru, terlepas dari risiko premium geopolitik yang seharusnya merefleksikannya,” tegas dia.

Inflasi AS

Kepala Strategi Investasi Global untuk Ned Davis Research Tim Hayes menuturkan emas mendapatkan tren positif setelah The Fed diperkirakan akan menjaga level suku bunga sampai tren inflasi kembali pada level dua persen.

“Ini menjadi sinyal beli untuk investasi jangka panjang apalagi yield obligasi AS sedang dalam tren turun dan ini menjadi lingkungan yang baik untuk emas,” jelas dia dikutip dari Kitco News.com.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : eksplorasi.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *