Mantap! Harga Emas Dunia Meroket, Minat Beli Gak?

Harga emas dunia naik tajam mendekati level psikologis USD1.900 pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Kondisi itu mencatat keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut setelah pertumbuhan harga konsumen AS pada Desember melambat seperti yang diperkirakan.

Mengutip Antara, Jumat, 13 Januari 2023, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD19,90 atau 1,06 persen menjadi USD1.898,80 per ons, setelah menembus tertinggi sesi di USD1.906,50, level tertinggi sejak Mei, ketika mencapai puncak USD1.910,20.

Emas berjangka terkerek USD2,40 atau 0,13 persen menjadi USD1.878,90 pada Rabu, 11 Januari, merosot sebanyak USD1,30 atau 0,07 persen menjadi USD1.876,50 pada Selasa, 10 Januari, setelah terangkat sebanyak USD8,10 atau 0,43 persen menjadi USD1.877,80 pada Senin, 9 Januari.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1 persen pada Desember, sesuai dengan perkiraan penurunan oleh para ekonom. Tingkat tahunan indeks turun untuk bulan keenam berturut-turut menjadi 6,5 persen dari 7,1 persen, level terendah dalam lebih dari setahun.

“Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita.

Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.

Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin, Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan, bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23 persen, menjadi USD24,004 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada USD1.084,30 per ons.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Detik.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *