IHSG Diproyeksi Tertekan Akibat Gejolak Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada Rabu (26/10) ini.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyebut pelemahan masih dipicu fluktuasi nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, pelemahan masih tertahan rilis data kinerja emiten kuartal III 2022 yang baik.

“Candlestick membentuk shooting star dengan stochastic yang membentuk deadcross saat mendekati area overbought mengindikasikan potensi pelemahan,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Ia memperkirakan indeks saham bergerak dalam rentang support 7.017 dan resistance 7.093.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG masih dalam konsolidasi pasca mengalami kenaikan jangka pendek pada beberapa waktu sebelumnya.

Selain itu katanya, sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG hingga jelang berakhirnya 2022 cukup minim.

“Di sisi lain capital inflow secara ytd masih menunjukkan minat investasi yang cukup tinggi ke dalam pasar modal Indonesia, sehingga momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang,” katanya.

Ia memprediksi indeks saham bergerak di rentang support 6.921 dan resistance 7.075.

Untuk saham pilihan, William merekomendasikan BBNI, AALI, BBRI, ICBP, BSDE, ASII, KLBF, dan WIKA.

IHSG melemah ke level 7.048 pada Selasa (25/10). Indeks saham melemah 4,66 poin atau plus 0,07 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp13,75 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,28 miliar saham.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Antara news

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *