Pemilihan PM Inggris Makin Ketat, Ini 2 Calon Kuat Pengganti Johnson

Pemilihan perdana menteri Inggris pengganti Boris Johnson yang mengundurkan diri beberapa pekan lalu berlangsung semakin ketat.

Dalam pemungutan suara ketiga, empat dari total delapan calon PM Inggris kalah dan keluar dari perlombaan. Saat ini, eks menteri keuangan Rishi Sunak dan mantan mendag serta menhan Penny Mordaunt menjadi dua calon kuat penerus Johnson.

Sunak, memperoleh mayoritas suara atau sebanyak 115 dukungan dalam pemungutan suara Partai Konservatif di parlemen pada Senin (18/7). Di susul oleh Mordaunt dengan 82 suara, Menteri Luar Negeri Liz Truss dengan 71 suara, anggota parlemen Kemi Badenoch dengan 58 suara.

Sementara itu, anggota parlemen Tom Tugendhat terpaksa keluar dari perlombaan menuju kursi PM lantaran meraup suara terendah yakni hanya 31 suara dalam putaran terakhir.

Meski mengantongi banyak dukungan, Parlemen Inggris akan tetap menggelar pemungutan suara hingga hanya tersisa dua calon PM.

Dalam putaran sebelumnya, Mordaunt menjadi calon paling favorit dan meraup suara terbanyak. Namun perempuan 49 tahun itu kehilangan suara di putaran terakhir.

Di tengah putaran yang akan terus berlangsung, para calon PM itu juga harus menghadapi rangkaian debat calon perdana menteri.

Namun, debat yang seharusnya berlangsung Selasa (19/7) malam ini batal usai Sunak dan Truss batal bergabung.

“Anggota parlemen Konservatif menyampaikan keprihatinannya soal batalnya debat terhadap citra Partai Konservatif, mengekspos ketidaksepakatan dan perpecahan di dalam partai,” demikian pernyataan resmi media yang menayangkan acara debat, Sky News.

Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, turut berkomentar soal acara debat calon PM yang gagal tersebut.

“Menarik diri dari debat TV saat Anda ingin menjadi perdana menteri tak menunjukkan kepercayaan diri yang besar,” kata Starmer seperti dikutip AFP.

Dalam acara debat sebelumnya, para kandidat banyak berselisih terutama soal kebijakan pemotongan pajak demi meringankan lonjakan biaya hidup imbas krisis.

Debat itu semakin sengit saat moderator meminta para calon PM langsung mengkritik satu sama lain dan visi mereka.

Sunak terus menyerang Truss karena memilih menentang Inggris keluar dari Uni Eropa dan posisinya soal pemotongan pajak. Sebaliknya, Truss juga menyerang sederet kebijakan Sunak saat menjabat Menkeu Inggris.

Sementara itu, Badenoch menyerang Mordaunt karena pendiriannya soal hak-hak transgender.

Inggris didera kekacauan politik setelah kabinet Boris Johnson terus terseret berbagai skandal yang semakin mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Johnson dan kabinetnya terus terseret beragam skandal seperti pelecehan seksual, suap, hingga pelanggaran terhadap aturan lockdown Covid-19 karena menggelar pesta. Puncaknya, keputusan Johnson yang tetap menunjuk politikus yang terseret kasus pelecehan dalam kabinetnya membuat posisi sang PM akhirnya terjungkal.

Johnson pun akhirnya mengundurkan diri pada 7 Juli lalu setelah 10 menteri dan puluhan pejabat kabinet lainnya kompak mengundurkan diri.

Sunak menjadi salah satu menteri Johnson pertama yang mengajukan pengunduran diri sebagai bentuk protes terhadap sang PM.

Namun, Johnson akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sampai penggantinya terpilih.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *