Dolar AS Tak Bertenaga di Tengah Penguatan Euro

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) bergerak lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), di tengah penguatan euro dan poundsterling Inggris. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,15 persen menjadi 104.4330.

Mengutip Xinhua, Rabu, 22 Juni 2022, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0534 dibandingkan dengan USD1,0502 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2277 dibandingkan dengan USD1,2238 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke USD0,6975 dibandingkan dengan USD0,6952.

Sedangkan dolar Amerika Serikat dibeli 136,52 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 135,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar Amerika Serikat turun menjadi 0,9662 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9689 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2919 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2994 dolar Kanada.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat mengalami rebound pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena sektor energi yang memimpin pasar secara luas bergerak lebih tinggi. Kondisi itu terjadi di tengah agresifnya The Fed menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 641,47 poin atau 2,15 persen menjadi 30.530,25. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah 89,95 poin atau 2,45 persen menjadi 3.764,79. Indeks Komposit Nasdaq naik 270,95 poin atau 2,51 persen menjadi 11.069,30.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area hijau, dengan sektor energi dan konsumen masing-masing naik 5,14 persen dan 2,82 persen, memimpin kenaikan. Reli mengikuti minggu yang mengerikan di Wall Street karena investor semakin takut bahwa kenaikan suku bunga drastis oleh Federal Reserve dapat memicu resesi.

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, kenaikan terbesar sejak 1994, karena berlomba untuk melawan inflasi yang berjalan pada level tertinggi selama beberapa dekade. Sementara itu, pintu terbuka untuk peningkatan serupa pada pertemuan berikutnya di Juli.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : investing.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *