Omicron Merebak di Turki, Kasus Harian Berkisar 60 Ribu Selama Sepekan

Varian Covid-19 Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan menyebar ke seluruh dunia, mulai menjadi varian dominan di Turki. Menurut catatan Johns Hopkins University (JHU) CSSE Covid-19 Data per hari Selasa ini, 11 Januari 2022, rata-rata kasus harian Covid-19 di Turki dalam sepekan terakhir berada di kisaran 60 ribu.

JHU mencatat tren kenaikan kasus harian Covid-19 di Turki mulai terjadi sejak 3 Januari. Angkanya terus naik hingga sempat mencapai 68 ribu lebih pada 6 Januari. Jumlahnya mulai menurun satu hari setelahnya hingga 9 Januari, namun masih tetap berada di kisaran 60 ribu.

Sabtu kemarin, Kementerian Kesehatan Turki mencatat lebih dari 66 ribu infeksi harian Covid-19 dengan 141 kematian dan 34.592 kesembuhan. Di hari yang sama, Kemenkes Turki juga mencatat total 418.264 tes Covid-19 telah dilakukan dalam periode 24 jam.

Satu hari setelahnya, Minggu, 9 Januari, kasus harian Covid-19 di Turki turun ke angka 61.727 berdasarkan catatan JHU.

Untuk meredam infeksi Omicron, Turki telah menyuntikkan hampir 136 juta dosis vaksin Covid-19 hingga akhir pekan kemarin sejak peluncuran program percepatan imunisasi di awal 2021.

Profesor Alper Sener, anggota Dewan Penasihat Sains Covid-19 Kemenkes Turki, mengatakan kepada Demiroren News Agency (DHA) pekan kemarin bahwa Turki mungkin akan mencatat lonjakan jumlah pasien Covid-19 bulan depan.

“Angka-angkanya lebih stabil (di bulan Desember), tapi kami memprediksi lonjakan akan terus berlanjut. Menghentikan lonjakan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya, dilansir dari Daily Sabah.

Ia menyebut, selain karena Omicron, lonjakan kasus di Turki juga dipengaruh perilaku sebagian warga yang mulai abai terhadap protokol kesehatan, seperti memakai masker atau menjaga jarak sosial. Sener juga mengatakan masih ada sebagian warga Turki yang menolak menerima suntikan dosis ketiga atau booster.

“Dua dosis tidak cukup dalam melawan Omicron, seperti yang sudah kita sendiri lihat di negara-negara lain,” ungkapnya. Turki telah meningkatkan laju vaksinasi sejak 2021, dan memperluas cakupannya ke semua kelompok usia pada musim panas lalu.

Tingginya angka penyebaran Omicron di Turki juga berimbas ke sejumlah negara lain, terkait dengan kedatangan turis-turis asing. Wisatawan dari banyak negara, termasuk Indonesia, diduga telah terpapar Omicron di Turki dan membawa virus tersebut pulang ke Tanah Air.

Menurut data Kemenkes RI pada Sabtu kemarin, Indonesia mencatat 414 kasus Omicron. “Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmidzi melalui keterangan tertulis pada Minggu, 9 Januari .

Ia mengatakan penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski telah divaksinasi dua dosis, varian tersebut dapat tetap menginfeksi.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : medcom.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *