Cegah Covid, China Larang Warga Dekati Panitia-Atlet Olimpiade

Aparat kepolisian Beijing, China, memperingatkan warga untuk menjaga jarak dan tidak mendekati delegasi Olimpiade Musim Dingin, termasuk ketika mobil mereka terlibat kecelakaan di jalanan.

Hal tersebut, kata kepolisian, dilakukan demi menghindari pelanggaran protokol kesehatan Olimpiade Musim Dingin dan mencegah penularan Covid-19, terutama terhadap delegasi dan atlet.

“Jika terjadi kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan khusus untuk Olimpiade Musim Dingin, harap tetap menjaga jarak aman,” ujar Biro Manajemen Lalu Lintas Beijing dalam sebuah postingan di Weibo, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/1).

“Jangan melakukan kontak dengan kendaraan atau personel di dalamnya dan menunggu profesional tiba di tempat kejadian,” bunyi imbauan biro lantas Beijing menambahkan.

Beijing akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan. China pun telah menerapkan protokol kesehatan ketat dengan melarang para delegasi, atlet, hingga panitia melakukan kontak dengan warga.

Sejak pekan lalu, telah memastikan tidak ada atlet atau peserta lain yang melakukan kontak dengan publik.

Pihak berwenang telah menerapkan “isolasi” bagi para delegasi, panitia, dan atlet olimpiade sejak minggu lalu. Ribuan staf, relawan, tenaga pembersih, juru masak, dan pengemudi bus Olimpiade Musim Dingin juga akan dikarantina selama berminggu-minggu tanpa akses ke luar.

Diperkirakan, wartawan asing dan sekitar 3.000 atlet akan mulai tiba di Beijing dalam beberapa pekan ke depan dan akan tetap berada dalam isolasi ‘bubble’ dimulai dari waktu kedatangan mereka di China hingga waktu kepulangannya.

Siapa pun yang memasuki zona isolasi olimpiade diwajibkan telah memiliki sertifikat vaksin lengkap atau melakukan karantina selama 21 hari ketika tiba. Semua orang yang berada di dalam tempat isolasi juga akan dilakukan tes Covid-19 setiap hari dan diwajibkan memakai masker setiap saat.

Sistem ini juga akan diberlakukan pada transportasi khusus antartempat, bahkan dengan sistem kereta api berkecepatan tinggi loop tertutup yang beroperasi secara paralel dengan yang kereta api yang terbuka untuk umum.

China saat ini tengah dihadapkan dengan kenaikan Covid-19 di saat varian Omicron terus menyebar di seluruh dunia.

Sementara itu, langkah China untuk mempertahankan kasus nol Covid sangat ketat. Saat ini, China bahkan tengah menerapkan lockdown terhadap dua kota akibat lonjakan virus corona.

Sejauh ini negara China hanya melaporkan segelintir kasus Omicron, tetapi para pejabat sibuk membasmi klaster virus di beberapa kota dengan puluhan juta orang kini sedang diuji dan jutaan lainnya dikarantina.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa seorang atlet Spanyol yang positif Covid-19 keluar dari tempat isolasi untuk mengunjungi pusat Beijing. Kabar yang viral di media sosial China ini dibantah tegas oleh penyelenggara Olimpiade.

Terkait hal ini, polisi mengatakan bahwa mereka telah menangkap seorang wanita karena menyebarkan desas desus palsu tanpa merujuk pada insiden ini.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *