Kasus Corona Masih Tinggi, Rupiah Melemah ke Rp14.110

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.110 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (7/12). Posisi ini melemah 5 poin atau 0,04 persen dari Rp14.105 per dolar AS pada Jumat (4/12).

Rupiah melemah bersama ringgit Malaysia minus 0,33 persen, won Korea Selatan minus 0,15 persen, yuan China minus 0,08 persen, dan peso Filipina minus 0,07 persen. Sementara dolar Hong Kong dan baht Thailand stagnan.

Sedangkan yen Jepang menguat 0,13 persen dan dolar Singapura 0,11 persen.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju. Beberapa mata uang melemah, seperti rubel Rusia minus 0,08 persen, dolar Australia minus 0,06 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,05 persen.

Mata uang lainnya menguat, seperti franc Swiss 0,17 persen, euro Eropa 0,11 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra melihat nilai tukar rupiah kemungkinan tertahan pada hari ini. Proyeksinya mata uang Garuda berada di kisaran Rp14.050 sampai Rp14.180 per dolar AS.

Ariston bilang ada dua sentimen yang saling tarik menarik sehingga menahan penguatan rupiah. Pertama, penguatan harga aset berisiko belum stabil karena pasar masih mengkhawatirkan prospek pemulihan ekonomi global.

Hal ini terjadi karena kasus positif virus corona atau covid-19 masih tinggi. Sementara distribusi vaksin belum benar-benar jelas.

“Di Indonesia sendiri kasus penularan yang masih meninggi juga masih menjadi kekhawatiran pelaku pasar,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Kedua, ada pengaruh dari sentimen prospek stimulus fiskal AS. Indeks dolar AS terlihat masih melemah di kisaran 90 karena prospek stimulus fiskal tersebut.

“Dua sentimen yang berlawanan ini mungkin masih menahan pergerakan rupiah dalam kisaran yang tidak jauh berbeda seperti hari sebelumnya,” jelasnya.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Liputan6.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *