Dolar AS Gilas Yen ke Tingkat Terendah

Yen jatuh menembus tingkat psikologis 112 ke tingkat terendah dalam 10 bulan terakhir atas dolar Amerika Serikat (USD) yang menguat secara luas pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu memperpanjang kerugian untuk mata uang Jepang itu karena investor cemas tentang pemberitaan kondisi ekonomi dari negara itu.

Mengutip Antara, Jumat, 21 Februari 2020, terhadap yen, dolar menguat 0,62 persen menjadi 112,04 yen, tertinggi sejak April. Yen yang diuntungkan selama tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang adalah negara kreditor terbesar dunia, telah merosot sekitar dua persen selama dua sesi terakhir, penurunan dua hari terbesar sejak September 2017.

“Yen Jepang telah merosot tajam minggu ini dan kehilangan lebih banyak semalam karena daya tarik safe-haven menghilang di tengah kekhawatiran virus lokal,” kata Kepala Analis Valas Scotiabank Shaun Osborne, di Toronto.

Tiongkok melaporkan penurunan infeksi virus korona baru pada Kamis waktu setempat, tetapi para ilmuwan memperingatkan patogen itu dapat menyebar dengan lebih mudah daripada yang diyakini sebelumnya karena dua penumpang tua dari sebuah kapal yang dikarantina di Tokyo menjadi meninggal terbaru.

Berita ekonomi suram keluar dari Jepang telah menggiring pembahasan bahwa negara ini sudah dalam resesi. Terhadap sejumlah mata uang, dolar menguat 0,30 persen pada 99,864, hampir mencapai 100, level yang tidak tersentuh dalam hampir tiga tahun.

“Ikatannya dengan Tiongkok, paparan virus korona, diperparah oleh tantangan domestik Jepang sendiri, memperkuat kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia itu kemungkinan berkontraksi untuk kuartal kedua berturut-turut,” kata Marc Chandler, kepala analis pasar di Bannockburn Global Forex.

Pasar keuangan sedikit tergerak oleh data pengangguran AS. Ada berita menggembirakan tentang sektor manufaktur yang kesulitan, dengan data lain yang menunjukkan aktivitas pabrik di kawasan Mid-Atlantic melaju ke level tertinggi tiga tahun pada Februari, kemungkinan karena berkurangnya ketegangan dalam perang dagang 19 bulan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ekonomi AS tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan semangat. Wakil Ketua Federal Reserve AS Richard Clarida mengatakan dalam penilaian optimistis terhadap prospek yang menunjukkan sedikit kekhawatiran tentang wabah virus korona.

Dolar Australia merosot mendekati level terendah 11 tahun karena data menunjukkan kenaikan tajam mengejutkan dalam pengangguran, ditambahkan ke kasus untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut pada saat pasar sudah gelisah atas virus korona. Aussie lebih rendah 0,91 persen terhadap greenback.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Metrobali.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *