Catur: Susanto dan Medina Kawinkan Gelar Juara di Mongolia

Pecatur GM Susanto Megaranto dan WGM Medina Warda Aulia berhasil mengawinkan gelar juara bagi Indonesia dalam turnamen catur Zona 3.3 Asia 2019 di Ulaanbatar, Mongolia.

Susanto Megaranto menjadi juara setelah mengalahkan pecatur Mongolia, MI Sumiya Bilguun, pada babak kesembilan, Senin. Kemenangan pada babak terakhir tersebut membuat Susanto mengumpulkan poin 7,0.

Poin yang diraih susanto sebenarnya sama dengan Gan-Erdene Sugar dan pecatur Vietnam MI Nguyen Van Huy, tetapi dari akumulasi pertemuan ketiga pecatur tersebut, Susanto unggul dengan poin 1,5 hasil dari sekali menang atas Gan-Erdene Sugar dan remis melawan Van Huy.

Gan-Erdene Sugar yang hingga babak kedelapan memimpin klasemen dengan poin 6,5, harus puas di tempat kedua setelah ditahan remis oleh pecatur Filipina Gomez John Paul.

Pada babak terakhir Susanto yang memiliki elo rating 2523 memainkan buah hitam dan melayani Sumiya (2488) yang memainkan pembukaan Reti dengan memajukan kuda dari g1 ke f3. Susanto memaksa lawannya menyerah pada langkah ke-74. Meskipun Sumiya unggul satu bidak di akhir permainan, tapi posisi bidak Susanto tidak bisa ditahan untuk mencapai lajur akhir dan promosi menjadi Menteri.

Sementara itu, Medina jadi yang terbaik setelah mengalahkan pecatur tuan rumah WFM Munkhzul Turmunkh pada babak kesembilan atau babak terakhir, Senin.

Kemenangan di babak terakhir membuat Medina meraih poin 7,0 atau menyamai poin yang diraih Munkhzul Turmunkh. Padahal hingga babak kedelapan Medina tertinggal satu poin dari pecatur tuan rumah tersebut.

Selain Medina dan Munkhzul, poin 7,0 juga diraih pecatur Mongolia MI Munguntuul Batkhuyag. Namun, berdasarkan perhitungan teknis dari 3 pemain yang mempunyai nilai 7,0 itu, Medina Aulia dianggap unggul sehingga ditetapkan sebagai juara.

Seperti dipantau dari situs resmi turnamen, Medina Aulia yang memiliki elo rating 2362 mengalahkan Munkhzul Turmunkh (2348) yang menerapkan Pembukaan Sisilia. Medina memaksa lawannya menyerah pada langkah ke-67 karena kalah satu bidak dan kualitas perwira. Medina memiliki tiga bidak dengan sepasang benteng, sedangkan Munkhzul menyisakan dua bidak, satu benteng, dan satu kuda.

Dengan kemenangan Medina dan Susanto, maka Indonesia dipastikan memiliki dua wakil pada kejuaraan dunia catur 2020 mendatang.

 

 

 

 

Sumber : Tempo.co
Gambar : Antaranews.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *