Jokowi Sebut 22 Negara Setop Ekspor Beras, Efek Nyata Perubahan Iklim

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal efek nyata perubahan iklim. Salah satunya, fenomena kekeringan (el nino) berkepanjangan yang menyebabkan produksi beras turun di berbagai negara.

“Perubahan iklim yang dulunya kita anggap sesuatu yang masih absurd, tapi sekarang sudah nyata. Kekeringan super El Nino betul-betul kita rasakan dan produksi beras turun hampir di semua negara. 22 negara mengerem, menyetop, tidak mengekspor berasnya lagi,” ujar Jokowi saat menghadiri BNI Investor Summit di Jakarta, Selasa (24/10).

Kondisi itu, sambung Jokowi, sebelumnya tidak pernah diperhitungkan. Namun, hal tersebut menjadi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia sekarang.

Jokowi sebelumnya menyebut cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mulai tiris. Tak ayal, impor beras hingga akhir tahun harus dilakukan.

Ia menegaskan impor dilakukan karena produksi beras di tanah air berkurang lantaran kemarau panjang di masa El Nino.

“Memang masih kurang (beras), sehingga dari stok yang ada di Bulog saat ini 1,7 juta ton, masih menambah lagi, sampai akhir tahun kira-kira 1,5 juta ton,” kata Jokowi di Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10) lalu.

Kemudian, pekan lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merangkap Menko Marves Ad Interim Erick Thohir mengklaim Presiden China Xi Jinping berkomitmen untuk menggelontorkan beras 1 juta ton kepada Indonesia.

Komitmen disampaikan Xi Jinping saat bertemu Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat Indonesia di Beijing pada Selasa (17/10) lalu.

“Sejalan dengan permintaan Indonesia, Presiden Xi Jinping berkomitmen memenuhi kebutuhan 1 juta ton beras, di mana 500 ribu beras ton beras dalam waktu segera. Sehingga cadangan stok beras Bulog akan meningkat menjadi 2,5 juta ton,” kata Erick di akun Instagram @erickthohir.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *