Tembus US$1 Miliar, Barbie Jadi Film Terlaris Kedua 2023

Film Barbie berhasil meraup lebih dari US$1 miliar dari box office global. Warner Bros. memperkirakan film garapan Greta Gerwig tersebut telah mengumpulkan US$1,03 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun (US$1=Rp15.152,90).

Variety pada Minggu (6/8) memberitakan angka itu dicapai Barbie dalam tiga pekan penayangan atau lebih tepatnya 17 hari dengan rincian US$459 juta di Amerika Utara dan US$572 juta box office internasional.

Barbie menjadi film kedua pada 2023 yang mengumpulkan US$1 miliar setelah The Super Mario Bros. Movie dari Universal dan Illumination, yang menghasilkan $574 juta di dalam negeri dan $1,35 miliar di seluruh dunia.

Hal tersebut pula yang membuat Greta Gerwig kini menjadi sutradara perempuan solo pertama dengan film bernilai miliaran dolar. Sebelumnya, ada tiga film miliaran dolar yang turut diarahkan sutradara wanita.

Film-film itu adalah Frozen (US$1,3 miliar) dan Frozen 2 (US$1,45 miliar) yang diarahkan Jennifer Lee bersama Chris Buck. Ada juga Captain Marvel (US$1,1 juta) arahan Anna Boden dan Ryan Fleck.

Di sisi lain, capaian box office Barbie menjadi batu loncatan baru bagi Warner Bros. karena film tersebut menjadi yang rilisan yang tercepat meraih US$1 miliar. Barbie resmi menyalip rekor Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 yang sebelumnya menjadi film miliaran dolar dalam 19 hari.

Tak hanya itu, capaian box office Barbie memperpanjang daftar film-film yang berhasil tembus US$1 miliar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Semua dimulai dari Spider-Man: No Way Home, Top Gun: Maverick, Jurassic World Dominion, Avatar: The Way of Water, dan kini Barbie.

“Sungguh senang bergabung dengan kelompok baik tersebut,” respons Jeff Goldstein, presiden distribusi lokal Warner Bros. pada Minggu (6/8) pagi.

Dalam pernyataan tertulis bersama Andrew Cripps selaku presiden distribusi internasional, Goldstein menyatakan capaian box office Barbie bahkan menerobos prediksi mereka sendiri.

“Ini adalah momen yang menentukan bagi Barbie dan tidak seorang pun kecuali Greta Gerwig yang bisa menghidupkan ikon lintas generasi ini dan dunianya dalam kisah yang lucu, emosional, dan menghibur sehingga bisa beresonansi dengan keempat kuadran penonton bioskop dan benar-benar mengubah seluruh dunia menjadi merah muda,” tutur mereka.

Empat kuadran yang dimaksud adalah penonton laki-laki dan perempuan di bawah 25 tahun, serta penonton laki-laki dan perempuan di atas 25 tahun.

Paul Dergarabedian, analis media senior di Comscore, mengungkapkan kampanye dan promosi besar-besaran sangat membantu Barbie tembus US$1 miliar dari box office global hanya dengan sekitar tiga pekan penayangan.

Meme Barbenheimer Berpotensi Jegal Debut Barbie di Jepang
Salah satu promosi yang dinilai paling berhasil adalah dengan “Barbenheimer”, akronim Barbie dan Oppenheimer, dua film yang tayang bersamaan di begitu banyak negara. Meme Barbenheimer viral di media sosial beberapa waktu lamanya sebagai bentuk semangat fan menyambut double-feature.

“Kampanye pemasaran untuk Barbie menggerakkan serangkaian peristiwa yang menyebabkan kata ‘Barbenheimer’ ditambahkan ke leksikon populer berdasarkan tanggal rilis bersama dengan ‘Oppenheimer,'” tuturnya seperti diberitakan CNN pada Minggu (6/8).

“Dan saat itu lah kita semua tahu sesuatu yang sangat istimewa dan unik akan menciptakan hasil yang jauh lebih besar dari yang diharapkan untuk film tersebut, tidak hanya untuk akhir pekan pembukaannya, tetapi juga untuk penayangan globalnya di bioskop.”

Barbie tetap menjadi No.1 di box office tiga akhir pekan berturut-turut dan itu terlepas dari persaingan dari Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem, Meg 2: The Trench dan Oppenheimer.

Barbie pun kini masih tayang di bioskop Indonesia.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *