Kemilau Emas Dunia Kian Memesona, Waktunya Beli Atau Kemahalan?

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange bergerak naik pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Juni naik USD9,70 atau 0,48 persen menjadi USD2.042,90 per ons.

Mengutip Xinhua, Rabu, 10 Mei 2023, perak untuk pengiriman Juli naik sebanyak 6,40 sen atau 0,25 persen menjadi USD25,898 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD28,30 atau 2,60 persen menjadi USD1.116 per ons.

Pembacaan indeks harga konsumen AS di April akan keluar pada Rabu waktu setempat, sedangkan indeks harga produsen di April akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Kondisi itu di antaranya akan memengaruhi sikap investor dalam berinvestasi.

Kenaikan suku bunga bank sentral

Dalam pidatonya, Presiden Fed New York John Williams memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga bank sentral yang cepat akan membutuhkan waktu untuk memperlambat aktivitas ekonomi untuk memerangi inflasi yang tinggi, mengutip jeda antara tindakan kebijakan dan dampaknya.

Dalam komentarnya kepada kelompok bisnis Atlanta Black Chambers, Gubernur The Fed Phillip Jefferson mengatakan, ekonomi AS melambat secara tertib yang memungkinkan inflasi menurun bahkan ketika pertumbuhan terus berlanjut.

“Pengetatan standar kredit baru-baru ini oleh bank adalah khas di mana Amerika Serikat berada dalam siklus ekonomi dan bagian alami dari pengetatan moneter Fed,” ucapnya.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *