Bos BI Wanti-wanti Pangan Jangan Ditimbun Jelang Lebaran

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mewanti-wanti jangan sampai ada pihak yang menyimpan bahan pangan menjelang Lebaran. Pasalnya suplai akan terganggu jika bahan pangan tidak segera disalurkan ke pasar.

“Ini menghadapi lebaran yang punya barang ojo (jangan) disimpan, rakyat membutuhkan. Beras, minyak goreng, telur, ayam, apapun buat opor harus ada di pasar-pasar sehingga ini betul-betul suplainya ada,” ujar Perry dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (5/4).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketersediaan pasokan pangan masih menjadi tantangan utama dalam stabilisasi harga pangan sehingga perlu dilakukan kerja sama antar wilayah demi menjaga kelancaran distribusi pasokan. Ia mengatakan kalau pasokan tersedia maka harga bisa stabil.

Maka dari itu, ia meminta setiap pemerintah daerah (pemda) mengatur transportasi dan mensubsidi ongkos transportasi bahan pangan dari penghasil ke daerah konsumen.

“Jadi tidak semuanya harus menunggu dari pusat tetapi juga kerjasama antara daerah juga penting,” kata Airlangga.

Selain itu, untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran, pemerintah juga mengadakan operasi pasar serta pemberian bansos pangan selama tiga bulan.

Bansos berupa beras masing-masing 10 kilogram (kg) untuk lebih dari 21 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di 514 kabupaten/kota.

“Diharapkan bantuan beras ini bisa diberikan sebelum Lebaran nanti,” kata Airlangga.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi sebelumnya memastikan stok pangan aman hingga akhir Lebaran 2023. Namun, beberapa komoditas memang harus impor untuk memenuhi kebutuhan, seperti daging sapi hingga kedelai.

“Neraca pangan sampai akhir Mei 2023 kita lihat baik kondisinya sehingga dapat dipastikan sampai akhir HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), stok pangan tercukupi,” kata Arief dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (3/4).

“Namun perlu diperhatikan harus segera diakselerasi pemasukan komoditas yang bergantung dengan pasokan dari luar negeri seperti daging ruminansia (hewan pemamah biar seperti sapi dan kerbau), gula, bawang putih, dan kedelai,” lanjutnya.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Okezone Economy

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *