Cerita Vino G Bastian di Balik Perannya sebagai Buya Hamka

Buya Hamka adalah film drama biografi Indonesia tentang Abdul Malik Karim Amrullah atau Hamka, seorang ulama pembaharuan islam di Minang.

Tak hanya ulama, Buya Hamka juga merupakan seorang sastrawan, sejarawan, dan politikus yang dihormati.

Vino G Bastian didapuk memerankan tokoh utama dalam film Buya Hamka yang direncanakan akan tayang awal tahun 2022.

Dalam jumpa pers virtual, Vino G Bastian menceritakan bagaimana pengalamannya memerankan sebagai sosok Buya Hamka.

“Jadi waktu pertama kali saya ditawari itu memang saya kaget sih kenapa saya. Setelah saya bertemu dengan keluarga, Fuadi, pak Syakib semua menjelaskan bahwa ada pertimbangan khusus,” kata Vino G Bastian dalam jumpa pera virtual, Kamis (16/12/2021).

Vino merasa tawaran memerankan Buya Hamka tak terjadi secara kebetulan, melainkan rencana Tuhan.

Kedekatan khusus antara ayah Vino dengan Buya Hamka
Ditambah lagi, ayahnya Vino ternyata punya kedekatan khusus dengan Buya Hamka.

Pasalnya, Buya Hamka lah yang mengislamkan ibunda Vino G Bastian.

Kebetulan, kata Vino, ayahnya pun dengan Buya Hamka sama-sama berasal dari Minang.

“Saya sempat diceritakan almarhum ibu saya yang seorang mualaf dan dia mualafnya itu dengan Buya Hamka. Dan yang membawa ibu saya ke Buya Hamka itu ayah saya. Itu rumahnya di belakang Al Azhar, saya diceritakan ibu saya,” ucap Vino.

Tak hanya sampai di situ, ternyata Buya Hamka juga membaca salah satu karya ayah Vino yang berjudul Wiro Sableng.

Sebaliknya, kata Vino, ayahnya juga mengoleksi banyak buku yang ditulis oleh Buya Hamka di rumahnya. Mulai dari buku romance sampai tafsir milik Buya Hamka lengkap tersusun di rak buku ayahnya.

Oleh karena itu, Vino G Bastian menerima tawaran untuk menjadi sosok Buya Hamka.

Berperan sebagai Buya Hamka, Vino G Bastian merasa sedang melakukan perjalanan spiritual.

“Memang berapa kali memerankan kisah nyata. Tapi buat saya pribadi film ini seperti perjalanan spiritual. Ketika saya bertemu Fajar (sutradara) pertama kali, ia langsung memberikan buku Akhlaqul Karimah (karya Buya Hamka). Nah buku itu sangat berarti,” ujar Vino.

Vino G Bastian sangat menyukai buku karya Buya Hamka tersebut. Ia bahkan membacanya berulang kali.

Dari buku itu, ia seperti diajarkan lebih dalam tentang agama Islam. Ia menilai buku-buku yang ditulis mengenai agama islam oleh Buya Hamka sangat mudah dimengerti.

Dalam film ini, Vino pun tak melakukan banyak improvisasi karena semua dialog harus sesuai dengan ucapan Buya Hamka semasa hidupnya.

Vino mengaku sangat berhati-hati saat memerankan sosok Buya Hamka. Ia tak mau terbawa emosionalnya hingga akhirnya mendramatisir cerita.

“Jadi memang sangat hati-hati sekali sih. Jangan sampai terjebak mendramatisasi tapi lupa dengan faktanya. Satu pengalaman sporitual bukan hanya sebagai pemain film tapi sebagai manusia mbak,” kata Vino G Bastian.

Vino mengaku, ia belajar banyak hal yang luar biasa dari sosok ulama dan sastrawan Indonesia itu.

Salah satu yang paling diingat bagaimana cara Buya Hamka mendidik anaknya.

“Yang paling penting juga saya seorang bapak, seorang ayah banyak banget sosok Buya Hamka ini sebagai kepala keluarga yang menginspirasi saya untuk mendidik anak saya kelak,” ucap Vino G Bastian.

Tak hanya soal mendidik anak, ia juga belajar banyak soal rumah tangga dari perannya sebagai Buya Hamka.

Vino belajar dengan Buya bagaimana cara menghargai wanita sebagai suami. Sebab, Buya Hamka punya buku berisi tentang perempuan.

Ia mengaku tak kesulitan memahami isi buku Buya Hamka. Sebab, Vino menilai Buya Hamka punya ciri khas tersendiri dalam menulis bukunya.

“Bagaimana seorang laki-laki menghargai perempuan. Bagaimana anak menghargai ibunya. Orangtua menghargai anak perempuan, buat saya itu luar biasa dan itu selalu saya baca baca gimana intinya,” tutur Vino G Bastian.

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : kompas.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *