Harga Minyak Dunia Melonjak di Tengah Laporan OPEC+

Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari kerugian baru-baru ini. Kondisi itu di tengah laporan OPEC+ dapat menyesuaikan rencana untuk meningkatkan produksi minyak jika negara-negara konsumen besar melepaskan minyak mentah dari cadangan mereka atau jika pandemi virus korona mengurangi permintaan.

Mengutip Antara, Selasa, 23 November 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 81 sen atau 1,0 persen, menjadi USD79,70 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember menguat 81 sen atau 1,0 persen, menjadi USD76,75 per barel.

Harga acuan minyak mentah Brent dan minyak mentah WTI AS turun lebih dari USD1 pada awal perdagangan, mencapai level terendah sejak 1 Oktober.

Pejabat Jepang dan India sedang mencari cara untuk melepaskan cadangan minyak mentah nasional bersama-sama dengan Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya untuk meredam harga, tujuh sumber pemerintah yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters.

Pengumuman semacam itu bisa datang paling cepat Selasa, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, tetapi pejabat Gedung Putih dan departemen energi AS mengatakan tidak ada keputusan resmi tentang pelepasan cadangan minyak yang dibuat.

Membujuk

Diskusi terjadi setelah Pemerintah AS tidak dapat membujuk Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memompa lebih banyak minyak dengan produsen utama beralasan bahwa dunia tidak kekurangan minyak mentah.

Kelompok produsen sepakat bulan ini untuk tetap pada rencana meningkatkan produksi minyak sebesar 400 ribu barel per hari (bph) mulai Desember. Harga minyak naik setelah Bloomberg News melaporkan OPEC+ dapat mengubah rencana untuk terus meningkatkan produksi, mengutip para delegasi.

“OPEC mengirimkan sinyal bahwa jika para pemain ini melakukan ini, mereka memiliki beberapa barel yang dapat mereka tahan dan akan mengimbangi dampak rilis (cadangan),” kata analis senior di Price Futures di Chicago, Phil Flynn.

Sekretaris Jenderal Forum Energi Internasional yang berbasis di Riyadh, Joseph McMonigle memperkirakan OPEC+ mempertahankan rencananya menambah pasokan ke pasar secara bertahap.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Tempo.co

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *