Khawatir Corona, Masjid di New Delhi Tutup Kembali

Masjid utama di New Delhi yang sempat dibuka, terpaksa ditutup kembali karena kekhawatiran bahwa virus corona dapat menyebar.

Masjid Jama abad ke-17 dibuka kembali pada Senin lalu, setelah pemerintah melonggarkan larangan pertemuan keagamaan, bagian dari lockdown nasional selama berbulan-bulan.

Tetapi pihak berwenang telah memperingatkan bahwa infeksi bisa melonjak dalam beberapa minggu mendatang, dan pengelola masjid ingin bermain aman.

Kepala ulama Syed Ahmed Bukhari mengatakan doa-doa publik akan dihentikan dari Jumat hingga 30 Juni, mengingat situasi virus corona yang memburuk di New Delhi.

Ibu kota India tersebut mencatat lebih dari 1.800 kasus baru pada Kamis, (11/6).Secara keseluruhan, Delhi, yang memiliki 20 juta penduduk telah ditemukan 34 ribu positif corona dan 1.000 di antaranya meninggal.

“Virus corona menyebar secara eksponensial di Delhi. Apa gunanya mengunjungi masjid di saat penyebaran virus corona memuncak di Delhi?,” kata Bukhari dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.

Penutupan sukarela dilakukan dua hari setelah manajer masjid meninggal karena covid-19. India lebih lanjut melonggarkan lockdown untuk mengurangi dampak pada ekonomi.

Tetapi virus ini masih ‘berkobar’ di negara dengan populasi terpadat kedua di dunia, dengan sekitar 290.000 infeksi dilaporkan. India menjadi kasus kelima tertinggi di dunia.

Banyak yang mempertanyakan keputusan pemerintah untuk membuka kembali tempat ibadat, yang menarik jutaan umat setiap hari. Pemerintah setempat di New Delhi memperingatkan bahwa kota itu bisa mencapai 50.000 kasus pada akhir Juli.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *