Ancaman Banjir Pasokan di AS Picu Harga Minyak Makin Ambrol

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) yakni West Texas Intermediate (WTI) ambrol pada perdagangan pagi awal pekan ini. Anjloknya harga minyak mentah acuan AS dipicu oleh potensi banjir pasokan di Negeri Paman Sam.

Senin (20/4/2020) harga minyak mentah kontrak berjangka melemah. Pada 09.55 WIB, Brent melemah 0,96% ke US$ 27,81/barel. Sementara itu di saat yang sama, WTI anjlok 15,22% ke level terendah sejak 1999 di US$ 15,49/barel.

“Penurunan harga minyak mentah mencerminkan berlebihnya pasokan minyak pada fasilitas penyimpanan utama AS di Cushing dan anjloknya permintaan secara signifikan,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, melansir Reuters.

“Memang belum mencapai kapasitasnya, tetapi ketakutan yang ada seolah mencerminkan hal itu akan terjadi,” katanya, menambahkan bahwa begitu kapasitas maksimum tercapai, produsen harus memangkas produksi.

Pemangkasan produksi minyak dari Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan sekutunya seperti Rusia (OPEC+) akan dimulai pada bulan Mei.

OPEC+ telah sepakat untuk mengurangi output sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) untuk membendung kelebihan pasokan yang meningkat di tengah pandemi Covid-19 yang membuat permintaan bahan bakar turun drastis.

Industri minyak dengan cepat mengurangi produksi dalam menghadapi perkiraan penurunan 30% permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Pejabat Arab Saudi telah memperkirakan bahwa total pengurangan pasokan global dari produsen minyak bisa mencapai hampir 20 juta bpd.

Namun itu termasuk pemotongan sukarela dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada, yang tidak bisa begitu saja memangkas dan meningkatkan produksi dengan cara yang sama seperti kebanyakan negara OPEC.

Banyak perusahaan telah mengumumkan pengurangan pasokan, termasuk Chevron Corp, BP plc dan Total SA. Tetapi pertumbuhan ekonomi merosot, dan anjloknya permintaan di pasar dan rekor volume minyak yang tersimpan di tankers mencapai 160 juta barel akan terus menggerus harga minyak

“Masih ada beberapa kekhawatiran bahwa pemotongan 10 juta barel per hari tidak akan cukup untuk mengimbangi kerusakan permintaan sehingga prospek harga minyak tetap lemah,” kata McCarthy.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Nawacitapost

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *