Kandidat Presiden Taiwan Serukan Kembali Pada Tiongkok

andidat presiden oposisi Taiwan, Han Kuo-yu menyerukan agar negara tersebut kembali pada konsensus daratan satu Tiongkok. Namun, dia menolak formula Beijing untuk penyatuan ‘satu negara, dua sistem’ gaya Hong Kong.

Pemilihan Presiden Taiwan yang akan dilakukan Januari mendatang meningkatkan ketegangan antara Taipei dan Beijing. Hingga saat ini, Tiongkok tidak rela jika Taiwan berpisah, dan menganggap Taipei bagian dari negara tersebut.

Beijing berhenti berkomunikasi dengan Taipei sejak Presiden Tsai Ing-wen mulai menjabat pada 2016, mewakili Partai Progresif Demokratik yang berpikiran independen.

Tsai menolak mengakui kesepakatan yang dicapai antara Komunis Tiongkok dan mantan pemimpin Kuomintang (KMT), partai yang mengusung Han, yang berkuasa di Taiwan. Namun, menurut Han konsensus yang dicapai pada 1992 merupakan alat ajaib untuk stabilitas dan komunikasi di seluruh Selat Taiwan.

“Dengan konsensus 1992, banyak masalah lintas selat dapat diselesaikan,” kata Han, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 15 November 2019.

Dia berikrar kepada wartawan, akan memulai kembali dialog dengan Tiongkok jika terpilih sebagai presiden.

“Dialog antara Taiwan dan daratan (Tiongkok) saat ini menemui jalan buntu. Ini keadaan sangat buruk bagi 23 juta orang di Taiwan. Saya ingin memberitahu Beijing bahwa demokrasi dan kebebasan bukanlah momok besar,” kata Han.

Dia juga akan mengatakan bahwa sistem ‘satu negara, dua sistem’ tidak akan berlaku di Taiwan.

Han memperoleh popularitas nasional setelah memenangkan pemilihan walikota tahun lalu dengan janji menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Tiongkok. Dia memicu kontroversi setelah melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat senior di Tiongkok tahun ini, termasuk pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Gatra.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *