Dolar AS Sedang Kuat, Harga Emas Tak Bisa Naik Banyak

Harga emas dunia naik dalam kisaran terbatas di perdagangan pasar spot hari ini. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) membatasi gerak sang logam mulia.

Pada Rabu (16/10/2019) pukul 09:39 WIB, harga emas berada di US$ 1.482,34/troy ons. Naik tipis 0,1% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga emas dipengaruhi oleh dolar AS. Sebab, emas adalah komoditas yang dibanderol dalam mata uang Negeri Paman Sam. Jadi kalau dolar AS menguat, emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain sehingga permintaannya terbatas.

Apes bagi emas, dolar AS sedang menguat. Pada pukul 09:41 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,07%

Ini yang Bikin Dolar AS Perkasa

Dolar AS mendapat suntikan adrenalin karena berkurangnya probabilitas penurunan suku bunga acuan. Mengutip CME Fedwatch, peluang penurunan Federal Funds Rate pada bulan ini adalah 77,5%. Meski masih tinggi, tetapi turun dibandingkan posisi sepekan lalu yaitu 83,4%.

Investor menilai masih ada peluang bagi The Federal Reserve/The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di 1,75-2%. Maklum, data-data ekonomi Negeri Paman Sam ternyata lumayan bagus.

Pembacaan awal indeks sentimen konsumen versi University of Michigan menunjukkan angka 96 untuk periode Oktober. Naik ketimbang September yang sebesar 93,2 dan menjadi yang tertinggi sejak Juli.

Kemudian pada pekan yang berakhir 5 Oktober, jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS turun 10.000 dibandingkan pekan sebelumnya menjadi 210.000. Klaim tunjangan pengangguran berada di titik terendah sejak pertengahan September.

Konsumen yang optimistis menghadapi tantangan perekonomian ke depan menjadi indikasi bahwa inflasi bakal terakselerasi. Di sisi lain, pasar tenaga kerja juga masih kuat.

Dua faktor itu bisa menjadi alasan bagi Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega untuk tidak menurunkan suku bunga. Kalau ekonomi AS masih kuat, buat apa diberi stimulus tambahan?

Perkembangan ini menjadi angin segar bagi mata uang Negeri Adidaya. Kala suku bunga masih mungkin tidak turun, maka berinvestasi di dolar AS akan tetap menarik. Akibatnya permintaan dolar AS meningkat dan nilai tukarnya menguat.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Finroll.com

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *