Pelemahan Rupiah Terimbas Perang Dagang dan Harga Minyak Mentah

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada Tony A Prasetiantono menilai pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini tidak hanya dipengaruhi oleh rencana kenaikan tingkat suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

“Rupiah ini dihimpit tiga masalah, suku bunga di Amerika naik, perang dagang, dan kenaikan harga minyak. Rupiah cenderung terdepresiasi lebih besar dari emerging market yang lain,” kata Tony saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, kemarin.

Kemarin, posisi rupiah mengacu pada data Yahoo Finance ditutup melemah ke posisi Rp 14.525 per dolar AS. Mata uang garuda ditransaksikan pada rentang Rp 14.503 hingga Rp 14.560 per dolar AS.

Menurut Tony, merangkaknya harga minyak dunia yang menyentuh level 77 dolar AS per barrel mengganggu kredibilitas fiskal Indonesia.

Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga minyak yang signifikan dapat mengganggu kondisi fiskal APBN.

“Ini membuat peta Rupiah semakin sulit. Begitu harga minyak naik di level 70-75 dolar AS per barrel, maka APBN mengalami maslaah besar,” papar Tony.

Dijelaskan Tony, jika kenaikan harga minyak dunia dibebankan kepada konsumen, maka akan menimbulkan keresahan yang tidak baik untuk tahun politik. Begitu pula jika dibebankan ke APBN, tentunya APBN yang akan bermasalah.

Selain itu, perang dagang Amerika Serikat – China akan menekan neraca perdagangan Indonesia.

Untuk itu, pemerintah perlu untuk mendiversifkasi negara tujuan dan komoditas menjadi kunci untuk menyiasati dampak negatif dari perang dagang Amerika Serikat dengan China.

Tony menuturkan, saat ini struktur ekspor Indonesia masih belum terlalu terdiversifikasi dan masih cenderung pada ekspor sumber daya alam mentah.

“Ini menjadi tugas besar pemerintah bagaimana supaya rupiah lebih rendah volatilitasnya. Bagaimana arus modal masuk yang kebanyakan jangka pendek menjadi jangka panjang,” tandas Tony.

 

 

 

 

 

Sumber Berita : tribunnews.com
Sumber foto : Seputar Forex

 

 

 

[social_warfare buttons = “Facebook, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *