AS akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia atas Kasus Racun Saraf NovichokAS

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menerapkan sanksi-sanki baru terhadap Rusia atas tudingan penggunaan racun saraf oleh Moskow saat menyerang bekas agen mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris beberapa bulan lalu. Kamis (9/8/2018), Kementerian Luar Negeri AS merilis sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah serius atas insiden tersebut.

“Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional, atau memanfaatkan senjata kimia atau biologis yang mematikan terhadap warga negaranya sendiri,” kata juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert. Sanksi tersebut akan diterapkan pada produk elektronik dan keamanan sensitif beserta sejumlah teknologi lainnya, yang diperkirakan akan berlaku mulai 22 Agustus 2018 mendatang.

Departemen Luar Negeri mengatakan sanksi “lebih kejam” akan menyusul dalam waktu 90 hari jika Rusia gagal memberikan jaminan tak akan lagi menggunakan senjata kimia. Rusia juga diminta memberikan izin inspeksi senjata kepada PBB dan lembaga internasional lainnya terkait hal ini. “Jika kriteria itu tidak dipenuhi maka itu tergantung kepada Rusia sepenuhnya. Sanksi putaran kedua akan diterapkan dan secara umum bersifat lebih keras,” ujar pejabat senior Kemenlu AS. Pemerintah Inggris menyambut baik rencana penerapan sanksi tersebut.

“Ini merupakan tanggapan kuat dunia internasional atas penggunaan senjata kimia yang ceroboh di Salisbury menunjukkan perilaku provokasi itu tidak akan dibiarkan begitu saja,” katanya. Diberitakan sebelumnya, mantan agen ganda, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia diserang oleh gas beracun di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu. Serangan racun syaraf Novichok menyebabkan keduanya dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu.

 

 

 

 

Sumber Berita : tribunnews.com
Sumber foto : Berita Terkini

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *