The Fed Kerek Suku Bunga 0,25 Persen Tertinggi dalam 22 Tahun

Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) alias 0,25 persen ke rentang 5,25 persen-5,5 persen.

Kenaikan ini adalah yang tertinggi dalam sejarah suku bunga AS dalam 22 tahun terakhir.

The Fed sudah berperang melawan inflasi sejak Maret 2022 dan ini merupakan ke-11 kalinya bank sentral AS itu mengerek suku bunga.

Bahkan, mereka diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga sekali lagi.

“Pada margin, pertumbuhan lebih kuat dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dari waktu ke waktu dan itu akan membutuhkan respons tepat untuk kebijakan moneter,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell, dikutip dari CNN, Kamis (27/7).

Inflasi masih tetap menjadi ancaman Negeri Paman Sam. Oleh karena itu, mengerek suku bunga bakal menjadi opsi tak terelakkan jika inflasi ke depan belum bisa diredam.

Meski saat ini inflasi AS mereda, diiringi tingkat pengangguran yang tak lagi melonjak tajam, data ekonomi yang membaik itu belum bisa dipastikan bertahan lama.

Kendati, Powell menyebut para pejabat The Fed belum memutuskan apakah akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan selanjutnya. Ia menegaskan keputusan tetap akan bergantung pada data yang ada.

“Ketatnya pasar tenaga kerja jelas membuat The Fed tidak nyaman. Saya tidak yakin kita akan melihat kondisi dasar yang moderat dalam waktu dekat, meski suku bunga naik lagi,” komentar CEO layanan payroll UKG Chris Todd.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : detikfinance

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *