Bos BOE Tolak Seruan Menaikkan Target Inflasi di Atas 2%

Gubernur Bank of England (BOE) Andrew Bailey menolak perlunya target inflasi lebih tinggi dari dua persen dan memperingatkan mengubah tujuan akan melepas ekspektasi. Adapun mengelola inflasi menjadi penting guna berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mengutip The Business Times, Senin, 10 Juli 2023, dia mengatakan pada sebuah konferensi di Aix-en-Provence di Prancis, BOE memiliki fleksibilitas yang dibangun dalam kewenangannya yang dapat memberi bank sentral waktu lebih lama menurunkan pertumbuhan harga. Tapi penting fleksibilitas tidak dikacaukan dengan tidak mengejar dua persen.

BOE bergulat dengan inflasi sebesar 8,7 persen, lebih dari empat kali lipatnya. Efeknya menaikkan suku bunga secara mengejutkan setengah poin menjadi lima persen bulan lalu. Pasar sekarang memperkirakan BOE bakal meningkatkan menjadi 6,5 persen untuk mencegah spiral harga upah.

Beberapa ekonom telah menyarankan untuk menaikkan target inflasi menjadi tiga persen untuk segera mengambil tekanan dari bank sentral dan mencegah kemerosotan yang disebabkan oleh suku bunga. Jika BOE menaikkan tolok ukurnya menjadi 6,5 persen, sebagian besar ekonom yakin resesi tidak akan terhindarkan.

Bailey mengakui masalahnya lebih parah di Inggris daripada di Eropa. Kendati demikian, dia bersikeras untuk mengembalikan inflasi ke target. “Kami akan mengembalikan inflasi ke target dan kami memiliki fleksibilitas tentang seberapa cepat kami mengembalikannya ke target,” tuturnya.

Dirinya mengacu pada BOE untuk memperpanjang cakrawala guna menurunkan pertumbuhan harga dari biasanya dua tahun menjadi tiga tahun jika perlu. Sementara itu, kepala bank sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau menolak saran dari beberapa ekonom Prancis guna menaikkan target inflasi dua persen untuk bank sentral Eropa (ECB).

Villeroy, yang duduk di Dewan Pengatur ECB, mengatakan kenaikan suku bunga ECB hampir mencapai puncaknya dan bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level tinggi cukup lama untuk memberi dampak pada perekonomian.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : medcom.id

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *