Dolar AS Menguat, Kilau Emas Dunia Kembali Redup Perlahan

Harga emas kembali tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) membukukan kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena dolar AS menguat. Kendati demikian harga emas dunia masih bertahan di atas level psikologis USD2.000 per ounce setelah komentar hawkish pejabat Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga memicu aksi ambil untung.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan Juni di Divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,80 atau 0,44 persen menjadi ditutup pada USD2.007,00 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD2.028 per ounce dan terendah sesi di USD1.993,40 per ounce.

Dolar AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyerukan pengetatan moneter lebih lanjut. Bahkan, ketika data terbaru menunjukkan inflasi AS mundur dengan mantap dari tertinggi 40 tahun yang dicapai tahun lalu.

Dolar AS menguat

Dolar AS juga terangkat setelah data aktivitas pabrik negara bagian New York pada April meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, membantu meningkatkan ekspektasi Federal Reserve akan tetap menaikkan suku bunga pada Mei.

Dalam sebuah diskusi audiensi di Richmond Association for Business Economics pada hari Senin, 18 April 2023, Presiden Fed Richmond Tom Barkin ingin melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi AS kembali ke target Federal Reserve 2,0 persen. Dia diyakinkan oleh stabilitas di sektor perbankan.

Data ekonomi beragam. Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian itu, melonjak 35,4 poin menjadi 10,8 pada April. Para ekonom memperkirakan pembacaan negatif 15.

Pengembang perumahan

National Association of Home Builders/Wells Fargo Housing Market Index (HMI) naik satu poin menjadi 45 pada April. Pengembang perumahan tetap optimistis dengan hati-hati bahwa kurangnya persediaan yang ada akan mendorong permintaan rumah baru meskipun suku bunga dan biaya konstruksi tinggi. Namun, dalam sebuah catatan, kata analis di Citi, sementara rekor tertinggi baru tetap menjadi rintangan utama emas, harga logam kuning itu cenderung merangkak lebih tinggi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Mei turun 37,20 sen atau 1,46 persen, menjadi ditutup pada USD25,088 per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Juli terangkat USD5,60 atau 0,53 persen, menjadi menetap pada USD1.059,60 per ounce.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Bisnis.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *