Rupiah Perkasa di Rp14.704 Jelang Rilis Data Neraca Perdagangan

Nilai tukar rupiah bertengger di Rp14.704 per dolar AS pada Senin (17/4) pagi. Mata uang Garuda menguat 41 poin atau 0,28 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,14 persen, baht Thailand melemah 0,10 persen, peso Filipina melemah 0,47 persen, won Korea Selatan melemah 0,85 persen, dan yuan China melemah 0,15 persen.

Dolar Singapura juga melemah 0,17 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,14 persen, dan franc Swiss melemah 0,16 persen.

Lalu, dolar Australia melemah 0,04 persen, dan dolar Kanada melemah 0,07 persen.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah bakal melemah pada awal pekan jelang libur lebaran ini disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

“Namun investor perlu memberikan perhatian pada data perdagangan Indonesia yang akan dirilis siang ini dan diperkirakan masih akan mengalami surplus perdagangan yang besar. Rilis data ini bisa menahan rupiah dari tekanan dolar AS,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp14.750 per dolar AS – Rp14.900 per dolar AS.

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *