Dinkes DKI Imbau Warga Hindari Bukber Demi Cegah Lonjakan Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau warga untuk menghindari kegiatan buka puasa bersama agar kasus Covid-19 tidak meningkat menjelang Lebaran. Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama mengatakan kenaikan kasus berpotensi meningkatkan angka kematian Covid-19.

“Hindari buka puasa bersama untuk mencegah kenaikan kasus atau kasus memuncak 2-4 minggu ke depan saat momen hari raya. Jika kasus naik, maka kematian tentu berpotensi naik,” kata Ngabila saat dihubungi, Senin (27/3).

Ia mengatakan saat ini kondisi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali meski ada sedikit kenaikan kasus positif dalam satu pekan terakhir.

Sementara tingkat keterisian ranjang (bed occupancy rate/BOR) di rumah sakit yang merawat pasien kasus Covid-19 masih di angka 7 persen.

“Masih ada empat orang meninggal dalam seminggu, tetapi semua lansia,” katanya.

Selain lansia, Ngabila menyatakan korban meninggal Covid-19 itu juga memiliki komorbid berat terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Dari empat korban, satu di antaranya belum vaksin, dua orang sudah vaksin dosis satu dan satu lainnya telah vaksin dosis dua.

“Cegah kematian dengan vaksinasi Covid-19 empat kali usia 18 tahun ke atas. Selagi ada dan gratis. Lokasi vaksinasi dapat dilihat di instagram Dinkes DKI atau puskesmas dan RSUD terdekat,” ucapnya.

Selain itu, PresidenJoko Widodo juga menerbitkan perintah peniadaan kegiatan buka puasa bersama di kalangan ASN dan pejabat. Perintah itu dituangkan ke dalam Surat Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023

Instruksi itu pun menimbulkan pertanyaan di publik karena pandemi Covid-19 telah berakhir. Dalam arahannya kepada para menteri, Jokowi meminta anggaran buka puasa bersama dapat dialihkan untuk membantu masyarakat.

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *