Dua Pelabuhan Penyeberangan Banten-Lampung Dibuka Lagi Jelang Mudik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bakal mengaktifkan Pelabuhan Ciwandan, Banten dan Pelabuhan Panjang, Lampung untuk melayani penyeberangan arus mudik pada momen libur Hari Raya Idulfitri 2023.

Dua pelabuhan itu nantinya sebagai alternatif melakukan penyebrangan dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya selain pelabuhan Merak atau Bakauheni.

“Pemanfaatan Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Panjang sebagai salah satu bagian penyeberangan lebaran 2023, selain pelabuhan (utama) Merak dan Bakauheni,” kata Muhadjir dalam keterangan diterbitkan Kemenko PMK, Selasa (21/2).

Selain mengaktifkan dua pelabuhan, Muhadjir meminta menyiapkan perluasan akses menuju pelabuhan Merak. Di antaranya optimalisasi rest area sebagai buffer zone hingga peningkatan kapasitas parkir kendaraan.

“Saya berharap agar semua sarana dan prasarana di sekitar Kawasan Pelabuhan Merak dapat segera diselesaikan sebelum arus mudik Idul Fitri 2023. Sehingga para pelaku perjalanan aman dan nyaman,” kata dia.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ira Puspadewi merinci Pelabuhan Ciwandan terletak sekitar 20 km di sebelah selatan Merak Banten. Sementara itu, Pelabuhan Panjang lebih terletak 85 km arah barat laut Pelabuhan Bakauheni.

Ira berharap aktifnya dua pelabuhan ini bakal membagi beban kepadatan arus mudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Dua pelabuhan ini biasanya sekadar melayani transportasi logistik.

Menurut catatan, Pelabuhan Panjang dan Ciwandan sudah dimanfaatkan sebagai penyeberangan alternatif mudik pada tahun lalu dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Sebagai pembanding, waktu tempuh Merak-Bakauheni hanya sekitar 2 jam.

“Sebanyak 11 kapal dioperasikan untuk rute Pelabuhan Ciwandan menuju Bakauheni dan 3 kapal dengan rute Ciwandan menuju Pelabuhan Panjang, sehingga arus mudik tidak terpusat pada Pelabuhan Merak,” kata Ira.

“Kendaraan roda dua dan truk akan dialihkan melalui kedua pelabuhan tersebut mulai H-7 sampai H-1,” tambahnya.

Selain itu, Ira mengatakan ASDP telah menambahkan kapasitas parkir kendaraan mobil sebelumnya berkapasitas 4.941 unit menjadi 5.781 unit di Pelabuhan Merak.

“Pemerintah juga akan melakukan relokasi Stasiun Kereta Api Merak yang akan terintegrasi dengan Terminal Terpadu Merak (TTM), terkoneksi dengan penyeberangan,” kata dia.

Secara terpisah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten M Tranggono menegaskan Pemprov Banten siap melakukan kebijakan sesuai arahan pemerintah pusat.

“Untuk kendaraan logistik diarahkan ke Pelabuhan Pelindo Ciwandan. Meski demikian, Pelabuhan Pelindo Ciwandan pada situasi dan kondisi tertentu juga diperbantukan untuk penyeberangan kendaraan penumpang,” ujar Tranggono.

Selain itu, sambung Tranggono, rest area di jalan Tol Tangerang-Merak, di KM 68A Bogeg dan KM 43A Balaraja, akan dimaksimalkan untuk buffer zone, sekaligus lokasi penjualan tiket kapal online untuk kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera.

Kemudian di KM 97 juga akan dibangun rest area baru oleh Pemprov Banten, untuk menahan laju kendaraan masuk Pelabuhan Merak. Sekaligus tempat istirahat pengendara yang keluar dari pelabuhan di ujung barat Pulau Jawa itu.

“Rest area Kilometer 97A di jalan Tol Tangerang Merak, bisa menjadi tempat untuk display produk UMKM, produk unggulan khas Banten hingga kuliner Banten. Sehingga keberadaannya diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi UMKM dan masyarakat sekitar,” terangnya.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan cuti bersama dan Hari Raya Idulfitri tahun 2023 selama enam hari. Cuti bersama dan libur Hari Raya Idulfitri dimulai pada tanggal 21-26 April 2023 mendatang.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *