Rupiah Layu ke Rp15.600 Akibat Aksi Tunggu Investor Terhadap Data AS

Nilai tukar rupiah bertengger di posisi Rp15.600 per dolar AS pada Kamis (5/1) pagi ini. Mata uang Garuda melemah 17,5 poin atau minus 0,11 persen dibandingkan penutupan di hari sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat. Yen Jepang naik 0,48 persen, yuan China tumbuh 0,26 persen, won Korea Selatan plus 0,17 persen, rupee India menguat 0,11 persen, baht Thailand tumbuh 0,01 persen.

Sedangkan dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia minus 0,06 persen, dan peso Filipina jatuh 0,10 persen.

Mata uang utama negara maju mayoritas menguat. Poundsterling Inggris plus 0,08 persen, euro Eropa menguat 0,16 persen, franc Swiss plus 0,15 persen, dolar Australia turun 0,05 persen, dan dolar Kanada minus 0,08 persen.

Meski melemah, Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi rupiah masih berpotensi menguat setelah tidak ada kejutan dalam pernyataan The Fed di risalah FOMC yang sesuai harapan pasar.

Di lain sisi, harapan pembukaan ekonomi di China dan pencabutan PPKM di Indonesia masih akan memberikan dukungan pada penguatan rupiah.

Namun, penguatan rupiah mungkin akan terbatas dengan investor menantikan rilis data tenaga kerja non-pertanian (non-farm payroll/NFP) AS yang diperkirakan akan menunjukkan angka-angka yang kuat,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 sampai Rp15.650 per dolar AS pada hari ini.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *