Kurs Dolar AS Perkasa Usai Rilis Risalah The Fed

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Desember mengungkapkan nada yang lebih hawkish. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16 persen pada 96,3169.

Mengutip Xinhua, Jumat, 7 Januari 2022, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1287 dibandingkan dengan USD1,1312 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3525 dari USD1,3560 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7165 dibandingkan dengan USD0,7223.

Sedangkan dolar AS dibeli 115,93 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 116,13 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9223 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9173 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2728 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2755 dolar Kanada.

Bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), menyusul kemunduran besar yang mereka alami di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi di tengah keputusan The Fed yang berencana mempercepat kenaikan suku bunga guna memerangi inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 170,64 poin atau 0,47 persen menjadi 36.236,47. Sedangkan indeks S&P 500 turun sebanyak 4,53 poin atau 0,10 persen menjadi 4.696,05. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 19,31 poin atau 0,13 persen menjadi 15.080,86.

Investor terus mencerna risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Desember. Pejabat Fed mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih awal dan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya karena ekonomi terus pulih dan inflasi tetap tinggi.

Ekuitas AS jatuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Nasdaq yang padat teknologi turun 522,5 poin atau 3,34 persen, karena Federal Reserve yang lebih hawkish membuat investor bingung.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, naik sebanyak 7.000 menjadi 207 ribu dalam pekan yang berakhir 1 Januari, lebih tinggi dari perkiraan pasar 195 ribu.

Di tempat lain, indeks jasa Institute for Supply Management turun menjadi 62 persen pada Desember dari rekor 69,1 persen pada November. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan indeks turun menjadi 66,8 persen.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Media Emiten

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *