Harga Minyak Dunia Perkasa Jelang Tutup Tahun

Harga minyak sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (30/12) sore waktu AS atau Jumat (31/12) pagi WIB). Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman Februari menetap di US$79,32 per barel, naik 9 sen atau 0,11 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari menguat 43 sen atau 0,56 persen ke level US$76,99 per barel.

Penguatan terjadi di tengah ekspektasi pasar permintaan bahan bakar yang akan tetap bertahan meskipun penyebaran virus corona varian omicron terus melonjak dan OPEC akan terus meningkatkan produksi hanya secara bertahap.

“Pasar minyak memiliki jumlah permintaan yang sangat kuat hingga Desember,” kata mitra di Again Capital Management di New York John Kilduff.

Meski demikian, ia menyatakan minyak masih dibayangi pertanyaan soal apakah OPEC+ akan meningkatkan produksi tidak. Negara anggota OPEC+ rencananya bertemu pada 4 Januari untuk memutuskan apakah akan melanjutkan peningkatan produksi pada Februari atau tidak.

Menjelang pertemuan, Raja Arab Saudi Salman mengatakan bahwa perjanjian produksi OPEC+ diperlukan untuk menjaga stabilitas harga minyak. Karena itu, ia meminta produsen mematuhi pakta tersebut.

Selain itu, minyak juga dibayangi China, importir minyak mentah utama dunia yang menurunkan kuota impor 2022 ke sebagian besar penyulingan independen sebesar 11 persen.

Harga minyak global telah rebound antara 50 persen dan 60 persen pada 2021 ini karena terangkat permintaan bahan bakar yang kembali ke level pra-pandemi dan pengurangan produksi besar yang dilakukan oleh OPEC+ .

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Kompas.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *