Harga Minyak Melonjak Usai Terperosok Pekan Lalu

Harga minyak dunia menguat pada Senin (23/8), waktu Amerika Serikat (AS). Harga berbalik arah setelah pekan lalu merosot lantaran pelaku pasar khawatir terhadap permintaan di tengah lonjakan kasus covid-19.

Dilansir dari Antara, Selasa (24/8), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik US$3,5 atau 5,6 persen menjadi US$65,64 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober sebesar US$3,57 atau 5,5 persen menjadi US$68,75 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sebagai catatan, pada Jumat lalu, harga Brent tergelincir 7,7 persen dan WTI anjlok 8,9 persen.

“Harga minyak memulai perdagangan pada pekan yang baru dengan kenaikan yang signifikan, setelah pekan yang sangat suram yang membuat Brent dan WTI turun masing-masing 8 persen dan 9 persen – kerugian mingguan paling substansial dalam hampir sepuluh bulan,” ujar Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch dalam catatannya.

Menurut Fritsch, pelemahan harga minyak pekan lalu berlebihan dan lebih disebabkan oleh psikologi pasar dibandingkan penurunan data fundamental.

Ia menilai dampak dari pembatasan perjalanan yang diberlakukan kembali oleh sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik baru akan terlihat pada permintaan bahan bakar. Pembatasan perjalanan sendiri diberlakukan menyusul kenaikan jumlah kasus covid-19, terutama dari varianDelta.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Liputan6.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *