Kekhawatiran Pasar Atas Varian Delta Tekan Rupiah ke Rp14.405

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.405 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (19/8) pagi. Posisi tersebut melemah 0,23 persen dibandingkan perdagangan Rabu (18/8) sore di level Rp14.372 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, yen Jepang turun 0,25 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, dan dolar Taiwan berkurang 0,09 persen.

Kemudian, won Korea Selatan koreksi 0,37 persen, peso Filipina melemah 0,02 persen, yuan China turun 0,03 persen, ringgit Malaysia koreksi 0,04 persen, dan bath Thailand turun 0,23 persen. Namun, rupee India berhasil menguat 0,14 persen di hadapan dolar AS.

Serupa, mata uang di negara maju kompak lesu di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,15 persen, dolar Australia melemah 0,11 persen, dolar Kanada turun 0,14 persen, dan franc Swiss koreksi 0,20 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah bersama mayoritas mata uang lainnya disebabkan pasar mengantisipasi kemungkinan pengetatan (tapering) kebijakan moneter The Fed.

“Rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini karena pasar kembali mengantisipasi kemungkinan tapering di akhir tahun ini,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Hal ini diketahui dari notulen rapat kebijakan moneter The Fed yang dirilis dini hari tadi. Dari notulen tersebut, pasar melihat kemungkinan bank sentral AS itu mulai mengurangi pembelian obligasi pada tahun ini.

“Ini artinya likuiditas dolar AS mulai ditarik dari pasar keuangan dan bisa mendorong penguatan dolar AS,” imbuhnya.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus covid-19 di dunia akibat varian delta. Namun, pelemahan rupiah tertahan oleh surplus neraca perdagangan RI pada Juli yakni US$2,59 miliar.

“Hari ini, potensi pelemahan ke kisaran Rp14.400, dengan support di kisaran Rp14.360 per dolar AS,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *