Reli Minyak Gaspol, Goldman Sachs Ramal Harga Tembus US$ 80

Reli harga minyak mentah seolah tak ada matinya. Mengawali perdagangan perdana pekan ini, Senin (8/3/2021) harga kontrak futures (berjangka) minyak mentah melesat lebih dari 2%.

Kontrak Brent naik 2,52% ke US$ 71,11/barel. Sementara itu di saat yang sama harga kontrak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,48% ke US$ 67,73/barel. Harga minyak cenderung melanjutkan tren bullish-nya di sepanjang tahun ini.

Faktor pemicu kenaikan harga minyak lebih diakibatkan oleh aspek pasokan yang defisit. Selain itu, vaksinasi Covid-19 di berbagai negara yang terus berjalan membuat para spekulan dan big money bertaruh terhadap ’emas hitam’ dengan mengambil posisi beli (long) terhadap kontrak minyak.

Pasar juga menyambut positif keputusan para kartel yang tergabung dalam OPEC+ yang memilih untuk mempertahankan status pemangkasan produksi. OPEC+ telah memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) tahun lalu karena penurunan permintaan akibat pandemi.

Sampai Maret, OPEC+ masih menahan sekitar 7 juta bph atau setara dengan 7% dari permintaan dunia. Pemotongan produksi secara sukarela yang dilakukan oleh Arab Saudi membuat total pemotongan output kelompok ini menjadi sekitar 8 juta bph.

Berdasarkan kesepakatan Kamis, Rusia diizinkan untuk meningkatkan produksi sebesar 130.000 bph pada bulan April dan Kazakhstan sebesar 20.000 bph lagi untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“OPEC+ menetapkan pendekatan yang hati-hati dan memilih untuk meningkatkan produksi hanya 150.000 barel per hari (bph) pada April sementara pelaku pasar mengharapkan kenaikan 1,5 juta barel per hari,” kata analis minyak UBS Giovanni Staunovo kepada Reuters.

Investor juga terkejut bahwa Arab Saudi memutuskan untuk mempertahankan pemotongan sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga April bahkan setelah kenaikan harga minyak dalam dua bulan terakhir.

Menambah katalis positif untuk harga minyak adalah keputusan Senat AS untuk meloloskan bantuan fiskal jumbo senilai US$ 1,9 triliun yang diusulkan oleh Joe Biden. Hasil pemungutan suara atas paket stimulus itu menunjukkan hasil 50-49, sebuah hasil dramatis mengingat Partai Republik mempertanyakan perluasan paket tersebut.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent sebesar US$ 5 menjadi US$ 75 per barel pada kuartal kedua dan US$ 80 per barel pada kuartal ketiga tahun ini. UBS menaikkan perkiraan Brent menjadi US$ 75 per barel dan WTI menjadi US$ 72 pada paruh kedua tahun 2021.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *