Tok! DPR AS Restui Stimulus Jumbo US$ 1,9 T Biden

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) mengesahkan paket stimulus percepatan ekonomi Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun (Rp 2.600 triliun) yang diusulkan Presiden Joe Biden.

DPR, dipimpin oleh Ketua Nancy Pelosi, setuju untuk memajukan rencana bantuan besar-besaran ini. Mencakup perluasan program guna membantu jutaan orang Amerika yang terdampak pandemi dan memberikan dukungan keuangan untuk pemerintah negara bagian dan lokal.

Selanjutnya RUU mengenai stimulus ini akan dibahas oleh Senat. Ini mengingat AS memiliki sistem politik dua kamar, untuk disetujui dan ditandatangani Biden.

“Sekarang, RUU itu dipindahkan ke Senat AS, di mana saya berharap RUU itu akan segera ditindaklanjuti. Kami tidak punya waktu untuk disia-siakan, “kata Biden dalam pengarahan, Sabtu (27/2/2021).

“Jika kita bertindak sekarang – tegas, cepat dan berani – kita akhirnya bisa mengatasi virus ini … Kami akhirnya bisa membuat ekonomi kami bergerak lagi.”

Dengan posisi Senat 50-50 antara Demokrat dan Republik, kemungkinan akan terjadi perdebatan sengit. Skenario beredar bahwa Senat akan memodifikasi dan mengesahkan versi lain dari RUU itu.

Jika itu terjadi, DPR kemudian harus mengesahkan versi Senat. Namun bisa juga kedua lembaga itu harus bertemu untuk menyusun undang-undang final yang dapat disepakati dalam komite konferensi.

Partai Demokrat yang merupakan ‘rumah’ bagi Presiden Biden sendiri menyatakan akan segera menyetujui stimulus jumbo ini sebelum tanggal 14 Maret. Tanggal tersebut adalah hari di mana stimulus sebelumnya berakhir.

Mereka menyebut bahwa Republik harus mau memuluskan hal ini karena rakyat AS telah menderita.

“Ini adalah krisis kesehatan dan ekonomi yang terjadi sekali dalam satu abad,” tulis Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer di Twitter.

“Tetapi para pemimpin Republik dilaporkan ‘bermanuver’ untuk membuat setiap anggota Republik menentang bantuan Covid yang mendesak dan berani.”

Senat Partai Republik sendiri menentang kebijakan stimulus jumbo ini karena nilainya yang terlalu besar. Sebelumnya sekitar sepuluh Senator dari Republik merinci sebuah perkiraan bahwa stimulus itu hanya membutuhkan US$ 600 miliar (Rp 900 triliun) saja.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : ABC7 News

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *