Bursa Saham Inggris Kembali Tergelincir 0,47%

Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London tergelincir 0,47 persen atau 28,56 poin menjadi 6.049,92.

Mengutip Antara, Jumat, 18 September 2020, indeks FTSE 100 turun 0,44 persen atau 27,06 poin menjadi 6.078,48 pada Rabu, 16 September. Sebelumnya melonjak 1,32 persen atau 79,29 poin menjadi 6.105,54 pada Selasa, 15 September. Serta rebound dari penurunan 0,10 persen atau 5,84 poin menjadi 6.026,25 pada Senin, 14 September.

Polymetal International, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia, berkinerja terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya merugi 3,54 persen. Diikuti oleh perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Inggris WPP yang jatuh 3,06 persen, serta perusahaan perbankan dan jasa keuangan Inggris Natwest Group turun 2,96 persen.

Sementara itu, Next, perusahaan pengecer pakaian, alas kaki, dan produk rumah tangga multinasional Inggris, melonjak 4,15 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan jaringan supermarket terbesar kedua di Inggris J Sainsbury yang menguat 3,32 persen, serta perusahaan induk yang bergerak di bidang ritel daring dan distribusi bahan makanan dan barang konsumen melalui anak perusahaannya, Ocado Group naik 2,69 persen.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena saham perusahaan teknologi besar kesulitan untuk masuk ke area positif yang akhirnya membebani bursa saham Wall Street.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 130,40 poin atau 0,47 persen menjadi 27.901,98. Sedangkan indeks S&P 500 turun 28,48 poin atau 0,84 persen menjadi 3.357,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 140,19 poin atau 1,27 persen menjadi 10.910,28.

Saham raksasa teknologi AS seperti Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya ditutup lebih rendah. Sedangkan di S&P 500, layanan komunikasi dan teknologi masing-masing turun 1,84 persen dan 0,84 persen, di antara yang berkinerja terburuk.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Pergerakan tersebut terjadi setelah data menunjukkan klaim pengangguran di Amerika Serikat hanya turun sedikit minggu lalu.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Medcom.id

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *