Eropa dan AS Longgarkan Lockdown, IHSG Dibuka Berayun Kencang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 4.633,46 pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5/2020) dan kemudian bergerak dalam fluktuasi yang tinggi.

Selepas penguatan pada pembukaan, IHSG langsung jatuh ke 4.620,10 pada 09:06 WIB atau sebesar -0,21%. Selang 15 menit kemudian, IHSG kembali naiklagi ke level 4,633,46 yang merupakan kenaikan sebesar 0,30%.

Kenaikan ini terjadi karena banyaknya sentimen positif di pasar global seperti pelonggaran karantina wilayah (lockdown) di beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Spanyol, Portugal, Belanda, dan Italia. Bahkan di Jerman sendiri taman, kebun binatang, dan museum sudah dibuka kembali.

Hal ini memunculkan optimisme investor bahwa virus COVID-19 akan segera berlalu dan pelonggaran tersebut akan memutar kembali roda pereokonomian dunia. Bursa-bursa di Eropa pun kemarin ditutup menguat seperti FTSE 100 London yang naik 1,66%, DAX 30 Frankfurt yang terbang sebanyak 2,51%, dan CAC 40 Paris yang reli sebesar 2,4%

Di belahan Bumi lain pelonggaran karantina wilayah di sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat (AS) juga disambut positif oleh para pelaku pasar, dengan naiknya 3 indeks besar di Wall Street dini hari tadi yaitu Dow Jones Industrial Average yang naik 0,56%, S&P 500 yang terapresiasi sebanyak 0,90%, dan Nasdaq Composite berhasil terbang 1,13%.

Pelonggaran lockdown di berbagai belahan dunia ini juga memicu kenaikan harga minyak mentah dunia sejak minggu lalu. Di AS sendiri, permintaan emas hitam ini sudah mulai meningkat karena pabrik sudah mulai beroperasi kembali.

Setelah naik selama 5 hari berturut-turut, harga kontrak berjangka (futures) minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) terpantau terkoreksi 0,61% ke US$ 24,45 pada jam 09:05 WIB, setelah menguat lebih dari 20% dini hari tadi.

Di sisi lain, kontrak serupa untuk minyak mentah jenis Brent turun 0,10% ke level 30,96 setelah rally lebih dari 10% dini hari tadi.

Motor penggerak kenaikan IHSG pagi ini adalah PT Bank Central Asia Tbk yang naik 0,95% ke level 26700, dan berhasil menyumbang penguatan IHSG sebesar 8,25 poin.

Namun, Investor asing masih enggan memborong saham, yang terlihat dari aksi jual bersih (net sell) mereka di pasar reguler sebesar Rp 29 miliar. Saham yang paling banyak dilego asing pagi ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang sahamnya dijual bersih oleh investor asing senilai Rp 21 miliar.

Sentimen negatif dari pasar domestik muncul kemarin dengan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang tercatat hanya 2,97% (tahunan). Angka itu jauh di bawah konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia sebesar 4,33%.

Perlambatan ekonomi Indonesia ini dipicu oleh rendahnya konsumsi rumah tangga karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah di Indonesia sejak bulan Maret. Konsumsi rumah tangga sendiri turun dari 5,02% di triwulan I 2019 menjadi 2,84% di triwulan I 2020.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Katadata

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *