Dolar AS Gilas Euro dan Yen

Indeks dolar Amerika Serikat (USD) naik tipis pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena selera risiko mendorong melemahnya euro, yen Jepang, dolar Australia, dan dolar Kanada. Meski demikian, tetap ada risiko mata uang Paman Sam berbalik arah sehingga investor patut waspada.

Mengutip Xinhua, Rabu, 15 Januari 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen menjadi 97,3690. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1129 dari USD1,1138 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3028 dari USD1,2998 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi USD0,6904 dari USD0,6906. Dolar AS membeli 109,98 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 109,91 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9673 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9706 franc Swiss, tetapi naik menjadi 1,3058 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3047 dolar Kanada.

Di sisi lain, saham-saham di Wall Street mengakhiri sesi perdagangan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dengan bervariasi. Kondisi itu teradi karena para pelaku pasar mencerna sejumlah besar laporan laba emiten dan data indeks harga konsumen (IHK).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 32,62 poin atau 0,11 persen menjadi 28.939,67. Indeks S&P 500 turun 4,98 poin atau 0,15 persen menjadi 3.283,15 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 22,60 poin atau 0,24 persen menjadi 9.251,33 poin.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berubah negatif pada penutupan pasar, dengan sektor teknologi turun 0,6 persen, memimpin kerugian sektoral. Sedangkan, sektor perawatan kesehatan ditutup naik 0,55 persen, menjadi kelompok berkinerja terbaik.

Saham JP Morgan Chase terangkat 1,17 persen setelah bank investasi AS itu melaporkan hasil kuartalan yang melampaui estimasi. Citigroup juga memberikan laba yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), mengirim sahamnya menguat 1,56 persen.

Ekspektasi untuk musim laporan laba perusahaan relatif rendah. Laba perusahaan-perusahaan yang tergabung S&P 500 diperkirakan telah menurun sebesar dua persen pada kuartal keempat, menurut FactSet.

Di bidang data ekonomi, indeks harga konsumen AS naik 0,2 persen pada Desember berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,3 persen pada November, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan.

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan indeks harga konsumen meningkat 0,3 persen. Sementara itu, apa yang disebut IHK inti yang mengecualikan makanan dan energi naik 0,1 persen pada Desember, laporan tersebut menunjukkan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Okezone Ekonomi

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *