Bank Sentral Inggris Tahan Suku Bunga

Bank sentra Inggris, Bank of England, mempertahankan suku bunga utama di angka 0,75 persen. Sebab para pembuat kebijakan suku bunga masih menunggu perkembangan Brexit.

Pada hari Kamis (19/9) sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter Inggirs mengambil keputusan yang sama. Tidak mengubah angka suku bunga utama.

Dalam pernyataannya, para penentu suku bunga itu mengatakan mereka menunggu perkembangan yang berhubungan keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dijadwalkan pada 31 Oktober. Ketidakpastian Brexit membuat data ekonomi ‘lebih volatil’.

Mereka memperingatkan jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apa pun. Maka kurs pun tampaknya akan jatuh. Sementara inflansi akan naik dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Mereka menambahkan semakin lama ketidakpastian Brexit terjadi. Semakin tinggi kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan jatuh di bawah potensi.

Sebelumnya, Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (18/9) kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang pertama dalam lebih dari satu dasawarsa. Kebijakan penurunan suku bunga ini diambil The Fed di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan dana federal (federal funds rate) sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen. Menyusul kebijakan ini, Bank Indonesia turut memangkas suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen.

 

 

 

 

Sumber : republika.co.id
Gambar : Kompas Internasional

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *